Laporkan Masalah

EVALUASI FREKUENSI GEJALA KLINIK MATA PASIEN ANAK RINITIS ALERGI YANG MENDAPAT TERAPI STANDAR DAN TERAPI STANDAR DITAMBAH PROBIOTIK

RONAN SUHENDRA, dr.Sumadiono,Sp.A(K);dr.Rr.Ratni Indrawanti,Sp.A

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Pendahuluan Rinitis alergi merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung yang sering disertai inflamasi konjungtiva. Rinitis alergi sering terjadi pada anak dan menyebabkan penurunan kualitas hidup. Peningkatan yang cepat pada penyakit imunologi seperti penyakit alergi berhubungan kuat dengan menurunnya paparan mikroorganisme pada usia awal kehidupan. Hal ini menjadi alasan penggunaan probiotik untuk memperbaiki gejala rinitis alergi. Tujuan Mengetahui efek probiotik terhadap frekuensi gejala klinik mata pasien anak dengan rinitis alergi Metodologi Studi yang digunakan adalah uji klinik acak terkendali. Kriteria inklusi subjek penelitian adalah anak usia 3-18 tahun, minimal positif satu alergen dalam uji tusuk kulit, dan adanya persetujuan orang tua atau wali untuk mengikuti penelitian. Subjek dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi terapi standar sedangkan kelompok kedua diberi terapi standar ditambah probiotik. Terapi standar yang diberikan adalah cetirisin 0.25 mg/kgBB. Gejala klinik yang dievaluasi adalah mata gatal dan mata berair. Evaluasi dikategorikan menjadi dua yaitu membaik dan tidak membaik. Dikatakan membaik jika ada penurunan frekuensi gejala setelah terapi 8 minggu dan tidak membaik jika frekuensi gejala setelah terapi 8 minggu bertambah atau tidak ada perubahan. Hasil 16 subyek pada kelompok terapi standar (cetirisin) dan 25 subyek pada kelompok terapi standar (cetirisin) ditambah probiotik menyelesaikan terapi selama 8 minggu. Pada gejala klinik mata gatal, perbandingan perbaikan antara kelompok terapi standar ditambah probiotik dengan kelompok terapi standar signifikan secara statistik (OR 4,69 IK 95% 1,07-20,63). Pada gejala klinik mata berair, perbandingan perbaikan antara kelompok terapi standar ditambah probiotik dengan kelompok terapi standar tidak signifikan secara statistik (OR 2,04 IK 95% 0,45-9,24). Kesimpulan Terapi standar ditambah probiotik memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk perbaikan gejala mata gatal. Pada gejala mata berair, terapi standar ditambah probiotik memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk perbaikan gejala namun hasil yang didapat tidak signifikan secara statistik. Kata Kunci Rinitis alergi, probiotik, gejala, perbaikan

Background: Allergic rhinitis is an inflammatory condition of the nasal mucosa that is often accompanied by inflammation of conjunctiva. Allergic rhinitis is often occured in children. Allergic rhinitis affects patient’s quality of life and disturbs activities. Rapid increase in immunological disorder is related to decreasing of micoorganism exposure in early life. It is the reason of probiotic usage to reduce allergic rhinitis symptoms. Objectives: To know the effect of probiotic in frequency of eye clinical symptoms in allergic rhinitis children. Methods: The research was a randomized controlled trial. Inclusion criterias were allergic rhinitis children 3-18 years old, at least one positive allergen in skin prick test, and there was informed consent from parents. Subjects were divided into two groups. First group was given standard therapy and second group was given standard therapy combined with probiotic. Standard therapy was cetirizine 0.25mg/kgBW. Frequency of itchy eye and watery eye were evaluated. Evaluation was categorized as improve and not improve. Subject was categorized as improve if there was reduction in frequency of symptoms after 8 weeks therapy and not improve if there was no reduction in frequency of symptoms after 8 weeks therapy. Results: 16 subjects in standard therapy (cetirizine) group and 25 subjects in standard therapy (cetirizine) combined with probiotic group finished 8 weeks therapy. Improvement in itchy eye between standard therapy combined with probiotic group and standard therapy group was significantly different (OR 4,69 95%CI 1,07-20,63). Improvement in watery eye between standard therapy combined with probiotic group and standard therapy group was not significantly different (OR 2,04 95%CI 0,45-9,24). Conclusion: Standard therapy combined with probiotic has bigger tendency to improve itchy eye. Standard therapy combined with probiotic has bigger tendency to improve watery eye but the result was not significantly different. Keywords: Allergic rhinitis, Probiotic, Symptoms, Improvement

Kata Kunci : Rinitis alergi, probiotik, gejala, perbaikan

  1. S1-2017-363102-abstract.pdf  
  2. S1-2017-363102-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-363102-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-363102-title.pdf