PERAN UNFPA DALAM MENANGANI KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: STUDI KASUS PENGHAPUSAN SUNAT PEREMPUAN DI INDONESIA
THAIBATUL AINI, Dr. Siti Muti'ah Setiawati, M.A
2018 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalTesis ini bertujuan untuk menganalisa peran dan bagaimana upaya UNFPA dalam memperjuangkan penghapusan praktik sunat perempuan di Indonesia. Dalam perjuangan penghapusan sunat perempuan tersebut, UNFPA dilihat berdasarkan perannya sebagai aktor internasional juga sebagai pemberi dukungan terhadap isu penghapusan sunat perempuan yang kemudian ikut mengawasi keberlangsungannya di Indonesia. Dalam hal ini, untuk melihat upaya UNFPA penulis menggunakan pendekatan jaringan advokasi transnasional spesifiknya yaitu umbrella pattern yang membantu menjelaskan mengenai advokasi dan kampanye yang dilakukan oleh aktor yang terlibat dan UNFPA sendiri. Selain itu, pendekatan organisasi internasional juga digunakan (terutama fungsi informasi dan operasional) untuk melihat lebih jauh mengenai upaya dari UNFPA dalam memperjuangkan penghapusan sunat perempuan di Indonesia. Sehingga selain tekanan yang diberikan dalam upaya advokasi dan kampanye, UNFPA juga melakukan pengumpulan data (informasi) sunat perempuan di Indonesia dan mensosialisasikan kembali guna membentuk kesadaran masyarakat akan bahaya sunat perempuan. Selain itu, UNFPA juga ikut menjembatani dialog antar aktor di Indonesia dan melakukan kerjasama dengan elemen pemerintah, serta pemberian dukungan berupa dana dan teknis oleh UNFPA untuk keberlangsungan program penghapusan sunat perempuan di Indonesia.
This thesis aims to analyze the role and efforts of UNFPA in striving for the elimination of female genital mutilation practices in Indonesia. In these efforts, UNFPA is seen based on its role as an international actor as well as a supporter to the issue on eliminating female genital mutilation which then supervise its sustainability in Indonesia. In this regard to analyze UNFPA's efforts, the authors use transnational advocacy network approach that is the umbrella pattern to explain the advocacy and campaigns of the involved actors and the UNFPA itself. In addition, the approach of international organizations is also used (especially the information and operational functions of organization) to see further efforts of UNFPA to eliminate female genital mutilation in Indonesia. Besides the pressures provided in advocacy and campaign efforts, UNFPA also conducting data (information) collection on female genital mutilation in Indonesia and socializing in order to establish public awareness on female genital mutilation effects. In addition, UNFPA also bridges dialogue among actors in Indonesia and collaborates with government elements, as well as providing financial and technical support for the sustainability of Female genital mutilation elimination programs in Indonesia.
Kata Kunci : Sunat Perempuan, UNFPA, Peran Organisasi Internasional, Indonesia, Advokasi, Fungsi Informasi dan Operasional.