PENGARUH BESARAN PINJAMAN MIKRO TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI INDONESIA
DIYAH AYU MUSTIKA R, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.,Sc.
2018 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besaran pinjaman mikro terhadap pendapatan rumah tangga di Indonesia yang dikategorikan menjadi enam besaran, yaitu: 1). Kurang dari Rp1.000.000, 2). Rp1.000.001-Rp10.000.000, 3). Rp10.000.001-Rp20.000.000, 4). Rp20.000.001-Rp30.000.000, 5). Rp30.000.001-Rp40.000.000, 6). Rp40.000.001-Rp50.000.000. Variabel pinjaman mikro menggunakan data tahun 2007, termasuk variabel kontrol jangka waktu angsuran, tempat pinjam, tujuan pinjam dan variabel agunan. Variabel pendapatan rumah tangga dan variabel kontrol lainnya yang terdiri dari variabel jumlah aset, usia KRT, pendidikan KRT, wilayah tempat tinggal, pekerjaan KRT, jumlah ART, jumlah tenaga kerja, keikutsertaan arisan dan PKK menggunakan data tahun 2014. Kajian ini menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang dipergunakan adalah data cross section yang bersumber dari Indonesia Family Life Survey (IFLS), yaitu IFLS4 tahun 2007 dan IFLS5 tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman kurang dari Rp1.000.000 berhubungan negatif dan berpengaruh signifikan, pinjaman sebesar Rp1.000.001-20.000.000 berhubungan positif tidak signifikan, serta pinjaman sebesar Rp20.000.001-Rp50.000.000 berhubungan positif dan signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Variabel jangka waktu angsuran, tempat pinjam, jenis kelamin KRT, pendidikan KRT, jumlah ART, jumlah tenaga kerja, dan keikutsertaan arisan berhubungan positif dan berpengaruh signifikan pada tiap besaran pinjaman terhadap pendapatan rumah tangga, sedangkan variabel usia KRT, wilayah tempat tinggal dan keikutsertaan PKK berhubungan negatif dan berpengaruh signifikan pada tiap besaran pinjaman terhadap pendapatan rumah tangga.
This study aims to determine the effect of the size of microloans to household income in Indonesia which are categorized into six quantities, namely: 1). Less than Rp1.000.000, 2). Rp1.000.001-Rp10.000.000, 3). Rp10.000.001-Rp20.000.000, 4). Rp20.000.001-Rp30.000.000, 5). Rp30.000.001-Rp40.000.000, 6). Rp40.000.001Rp50.000.000. Microloan variables use 2007 data, including control variable of installment period, borrowing place, borrowing purpose and collateral variable. Variables of household income and other control variables consisting of asset variable, age of household head, sex of household head, education of household head, residence area, work of household head, number of ART, number of labor, participation of arisan and PKK using data of year 2014. This study use Ordinary Least Square (OLS) method. The data used is cross-sectional data sourced from Indonesia Family Life Survey (IFLS), ie IFLS4 in 2007 and IFLS5 2014. The results showed that less than Rp1,000,000 loan was negatively related and had significant effect, the loan of Rp1.000.001-20.000.000 was positively insignificant, and the loan of Rp20.000.001-Rp50.000.000 was positively and significantly related to household income. Variables of term of installment, place of borrow, sex of household head, education of household head, number of ART, amount of labor, and participation of arisan correlate positively and have a significant effect on each loan amount to household income, while variable of household head age, residence area and PKK participation are negatively related and have a significant effect on each loan size to household income.
Kata Kunci : Pinjaman Mikro, Pendapatan Rumah Tangga, Ordinary Least Square, IFLS4, IFLS5.