Fenomena Pungutan Liar (Pungli) sebagai Bentuk Perilaku Korupsi di Kantor Samsat Pusat Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
ANGGITA SEKAR ARUM G, Dr. Bagus Riyono,M.A.,Psikolog
2018 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi individu untuk melakukan perilaku pungutan liar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Dinas Samsat Pusat Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur yang telah mendapatkan teguran secara lisan maupun tertulis karena melakukan perbuatan pungutan liar. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi sedangkan teknik analisis data dengan theoretical coding yakni dengan tiga tahapannya, open coding, aksial coding dan selective coding. Untuk memastikan kredibilitas data dilakukan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pungli yang dilakukan oleh pegawai dipengaruhi empat faktor yaitu dari sisi masyarakat, diri sendiri, rekan kerja dan atasan. Ada dua faktor dari masyarakat yaitu tidak mau repot dan yang bertindak curang, faktor pendukung perilaku pungli dari diri sendiri adalah adanya rasionalisasi untuk mengkompensasi rasa bersalah. Faktor ketiga yakni dari rekan kerja berupa support sosial terhadap perilaku pungli yang dianggap kewajaran. Faktor terakhir yakni berasal dari atasan yang tidak tegas dan tidak kompeten dalam mengawasi perilaku pungli. Karena kompleksitas masalah pungli ini maka diperlukan intervensi yang komprehensif dimana kompleksitas pungli ini akarnya adalah sosial interaction sehingga untuk saran intervensi untuk menghilangkan kontak langsung dengan masyarakat dan menjadikan sistem e-post dan e-samsat sebagai satu - satunya sistem yang akan dilayani.
This study aims at discovering factors that influence individuals to charge illegal levies. This present study employs qualitative approach with phenomenological method and the informants in this study are employees who work in Central Samsat Office in Samarinda in the Province of East Kalimantan who have been verbal and written reprimands due to behavior of charging illegal levies. The data are collected through interview and observation while the data analysis technique used is theoretical coding with its three stages, which are open coding, axial coding, and selective coding. To ensure data credibility, triangulation and member checking are conducted. The results of the study show that illegal levies are charegd by employees are influenced by four factors, which come from the society, oneself, co-workers, and superiors. There are two factors from the society, which are, avoiding hassle and deception. The supporting factor of illegal levies for oneself is rationalization to compensate guilt. The third factor which is from co-workers is in the form of social support for illegal levies seen as normality. The last factor is from superiors who are not firm and are incompetent in supervising illegal levies. Because of the complexity of this illegal levies issue, comprehensive intervention is needed where the root of illegal levies complexity is social interaction, so suggestion for intervention is to lose direct contact with the society and make e-post and e-samsat system as the only system to be served.
Kata Kunci : Kata Kunci : Korupsi, Pungutan Liar (Pungli), Samsat / Keywords: corruption, illegal levies, Samsat