Studi Kasus Budaya Organisasi Lembaga Adat Panglima Laot Aceh
IRIN RIAMANDA, Drs. Fathul Himam, M.Psi., M.A., Ph.D., Psikolog
2018 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiSetiap organisasi memiliki budaya yang menjadi identitas serta ciri khas organisasi. Adanya budaya organisasi membuat setiap anggotanya memahami nilai-nilai yang harus dipegang teguh, melaksanakan setiap nilai yang dianut dalam kegiatan sehari-hari dan mengajarkan kembali kepada generasi berikutnya. Salah satu organisasi yang sukses mempertahankan eksistensinya adalah lembaga adat Panglima Laot Aceh yang sudah ada lebih dari 400 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi budaya organisasi lembaga adat Panglima Laot Aceh, serta perannya dalam membantu lembaga ini bertahan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari wawancara informan kunci yang merupakan anggota lembaga Panglima Laot, serta informan tambahan yang merupakan nelayan, pawang (nahkoda), dan pihak pemerintah. Sumber data lain pada penelitian ini adalah studi dokumen tertulis mengenai Panglima Laot. Analisis data dilakukan melalui prosedur analisis koding pada grounded theory (Strauss & Corbin, 1990). Pemilihan prosedur analisis koding pada penelitian ini karena analisis koding ini memiliki prosedur analisis yang sistematis, sehingga dapat mengungkap nilai budaya yang ada pada lembaga adat Panglima Laot secara lengkap. Penelitian ini menemukan tiga tema besar nilai budaya yang membantu lembaga bertahan dan eksis. Ketiga budaya tersebut adalah budaya kedamaian, budaya menjaga martabat, dan budaya ketaatan hukom islam. Ketaatan hukom keislaman diketahui menjadi faktor sentral membuat masyarakat pesisir patuh menjalankan hukum adat yang berlaku, dan membantu lembaga adat bertahan dan eksis sampai saat ini.
Every organization has a culture that becomes the identity and characteristic of the organization. The existence of organizational culture makes each member of the organization understands the values that must be upholded, carried out in daily activities, and taught back to the next generation. This is what makes the organization successfully maintains its existence and survive among its challenges and threats. One of successful organizations maintaining its existence is the institution of Panglima Laot Aceh which has existed for more than 400 years. This study aimed to explore the organizational culture of the traditional institution, Panglima Laot Aceh, as well as its role in helping this institution to survive. This research was a case study using qualitative method. Sources of data used in this research came from the interviews of key informants who were members of the Panglima Laot institution as well as additional informants who were fishermen, handlers (pawang) and the government. Another source of data in this research was the study of written documents on Panglima Laot. Data analysis was performed through coding analysis procedure on grounded theory (Strauss & Corbin, 1990). The selection of coding analysis procedures was based on the systematic analysis procedure that could reveal the cultural values existed in the Panglima Laot institution completely. This research found three major themes of the cultural values that helped institutions to survive and exist, which were the culture of peacefulness, maintaining dignity culture, and obediance of islamic law culture. The obediance of islamic law was found to be the central factor in creating coastal communities obediently adhere to the prevailing customary law and also helping customary institutions to survive and exist until now.
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Kearifan Lokal, Panglima Laot