PERUBAHAN KARAKTERISTIK TANAH DAN KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI PADA LAHAN GAMBUT PASCA KEBAKARAN (Studi Kasus di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak)
Riza Rivani, Dr. Budiadi, S.Hut., M.Agr.Sc.;Dr. Ir. Haryono Supriyo M.Agr.Sc.
2018 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKebakaran di lahan gambut merupakan masalah yang sudah berlangsung sejak lama. Kerusakan ekosistem gambut dapat disebabkan oleh faktor iklim yang sukar dikendalikan. Selain itu, aktivitas manusia seperti penebangan liar, pembukaan hutan, pembakaran, pembangunan saluran air atau kanal, serta perubahan tipe tutupan hutan menjadi tipe penggunaan lain, menyebabkan ekosistem gambut rusak dan terdegradasi. Masalah kerusakan lahan dan lingkungan paling krusial dari lahan gambut adalah kebakaran. Kebakaran akan menyebabkan lahan gambut rusak yang berdampak pada kesuburan tanah serta keanekaragaman vegetasinya. Karakteristik tanah gambut serta keanekaragaman vegetasi di atasnya dapat dianggap sebagai indikator kesuburan lahan, yang dapat berfungsi sebagai informasi pendukung dalam kegiatan rehabilitasi atau kegiatan lainnya di bidang pertanian dan kehutanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan karakteristik tanah yang meliputi sifat fisik dan kimia serta keanekaragaman jenis vegetasi pada lahan gambut pasca kebakaran di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua lokasi penelitian termasuk golongan gambut sangat dalam dengan tingkat kematangan hemik (setengah matang) sampai saprik (matang). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, periode waktu terbakar (1 dan 2 tahun setelah terbakar) berpengaruh nyata terhadap nilai tinggi muka air tanah dan bobot isi tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air tanah gambut. Periode waktu terbakar juga berpengaruh nyata terhadap nilai kadar abu, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai sifat kimia tanah lainnya. Jenis vegetasi yang mendominasi pada lahan gambut pasca kebakaran adalah pakis udang (Stenochlaena palustris), beringin bonsai (Ficus sp.), anggrung (Trema orientalis) dan akasia (Acacia crassicarpa). Pada lokasi tidak terbakar, indeks keanekaragaman (H aksen) berada pada tingkat sedang (1 >H aksen> 3). Sedangkan pada lokasi bekas terbakar (1 dan 2 tahun setelah terbakar) indeks keanekaragaman (Haksen) berada pada tingkat sedang (1 >Haksen> 3) dan rendah (Haksen< 1).
Fires on peatlands in Indonesia are a long-standing problem. Damage to peat ecosystems can be caused by difficult climatic factors. Moreover, human activities such as illegal logging, forest clearance, burning, drainage or canal construction, and changes in forest cover types to other types of use, cause damaged and degraded peatland ecosystems. The fires will damage peatlands impacting soil fertility and the diversity of vegetation. The characteristics of peat soil and vegetation diversity on it can be considered as indicator of soil fertility, which can serve as supporting information in rehabilitation activities or other activities in agriculture and forestry. The purpose of this research is to identify the change of soil characteristics covering physical and chemical characteristics as well as the diversity of vegetation types in post-fire peatlands in Dayun Village, Dayun Sub-district, Siak District. The result of this study indicates that all research sites are categorized into very deep peat group with hemic (half-decomposed) to sapric (highly decomposed) decomposition degrees. Based on the result of the analysis of variance, the burning time period (1 and 2 years after fire) had a significant effect on the value of groundwater level and the weight of the contents but no significant effect on the peat soil water content. The burning time period also had a significant effect on the ash content, but did not significantly affect the value of other soil chemical properties. Types of vegetation that dominate in post-fire peatlands are pakis udang (Stenochlaena palustris), beringin bonsai (Ficus sp.), anggrung (Trema orientalis) and akasia (Acacia crassicarpa). In non-burned locations, the diversity index (H ') is at a moderate level (1> H'> 3). Meanwhile at burned locations (1 and 2 years after burning) the diversity indexes (H ') are moderate (1> H'> 3) and low (H '<1).
Kata Kunci : kebakaran, kebakaran gambut, karakteristik tanah, keanekaragaman vegetasi;fire, peat fire, soil characteristics, vegetation diversity