Pengendalian Ruang Wilayah Berdasarkan Tingkat Kekritisan dan Perubahan Penggunaan Lahan di Daerah Resapan Sub DAS Oyo Kabuapten Gunungkidul
RULITA MAHARANI P, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D.; Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D.
2018 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahDaerah resapan memiliki berbagai fungsi, penurunan fungsi daerah resapan mengakibatkan berbagai bencana alam dan menurunnya jumlah air bersih. Hal ini akan mengancam keberlangsungan hidup manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Untuk itu kelestarian daerah resapan perlu dijaga dan ditingkatkan. Sub DAS Oyo merupakan satu-satunya sumber air bersih di kabupaten Gunungkidul. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat kekritisan daerah resapan dan perubahan penggunaan lahan, serta mendeskripsikan pengendalian ruang pada tingkat kekritisan daerah resapan dan perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deduktif dengan metode campuran. Metode kuantitatif yang digunakan dengan pengharkatan parameter-parameter kekritisan daerah resapan, selanjutnya menggunakan teknik tumpangsusun antar parameter. Hal ini digunakan untuk mengetahui hubungan perubahan penggunaan lahan dan tingkat kekritisan. Sementara metode kualitatif digunakan untuk menganalisis pengendalian daerah resapan Sub DAS Oyo kabupaten Gunungkidul. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data primer berupa survey lapangan terkait keakuratan interpretasi citra dan wawancara terkait pengendalian daerah resapan. Data skunder berupa data peta digital, data curah hujan, dan citra satelit. Dari hasil analisis didapat bahwa: 1) Perubahan penggunaan lahan Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul 1989-2016 cenderung berupa permukiman 2) Sebagian besar Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul memiliki tingkat kekritisan mulai kritis sebesar 52,5% 3) Tingkat kekritisan Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul berhubungan dengan perubahan penggunaan lahan dengan periode sebelumnya. Walaupun sebagian besar permukiman dan sawah memiliki infiltrasi kecil, tetapi di beberapa daerah penggunaan lahan tersebut memiliki tingkat kekritisan normal alami karena penggunaan lahan sebelumnya berupa hutan sehingga perakaran dibawahnya masih baik 3) Perubahan penggunaan lahan disebabkan pemerintah dan masyarakat memfokuskan kesejateraan dibidang pariwista, peningkatan jumlah penduduk, penebangan hutan dan iklim 4) Dampak bencana alam akibat kekritisan dan perubaan penggunaan lahan di Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul berupa banjir, kekeringan, tanah longsor dan kekurangan air bersih 5) Kekritisan Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul disebabkan oleh lemahnya pengendalian ruangnya. Hal ini karena keseluruhan Sub DAS Oyo Kabupaten Gunungkidul ditetapkan sebagai kawasan permukiman, adanya tumpang tindih antara kawasan lindung geologi dan permukiman pada peta pola ruang, RDTR masih berupa kajian sehingga pengendalian beracuan pada RTRW, perilaku masyarakat, dan kurangnya SDM di pemerintahan.
The catchment areas have various functions, the reduction of the function of the recharge area resulted in various natural disasters and decreasing the amount of clean water. This will threaten the survival of humans or other living beings. Therefore, the sustainability of the catchment areas should be maintained and improved. Oyo Sub watershed is the only source of clean water in Gunungkidul district. The objectives of this research are to identify the relation of critical level of catchment area and land use change, and to describe the space control at critical level of catchment area and land use change in Oyo Sub Distric of Gunungkidul Regency. The research used deductive approach through mixed method. Quantitative method used in the research is the explanation of the parameters of absorption area criticality, and also the interconnection technique on each parameters. Finally, the relationship of land use change and criticality level have known. While the qualitative method used to analyze the sub-catchment area of Oyo Sub DAS, Gunungkidul district. The data compilation used in the research were primary data and secondary data. Primary data collection were a field survey related to the accuracy of image interpretation and interviews related to catchment control. Secondary data were digital map data, rainfall data, and satellite imagery. From the analysis results obtained that: 1) Land use changed Sub DAS Oyo Gunungkidul District 1989-2016 tend to change as settlement area 2) Most of the Sub DAS Oyo Gunungkidul Regency had a critical starting level of 52.5% 3) The criticality level of Sub DAS Oyo Gunungkidul District related to land use change in previous period. Although most of the settlements and paddy fields had small infiltration, but in some areas, the land use had a normal level of criticality because the previous land use was forest, so that rooting under it was good 3) Land use change caused by the government and the community who are focusing the welfare of pariwista, deforestation and climate 4) The impacts caused by criticality and allegations of land use in Oyo Sub-Districts Gunungkidul Regency were floods, drought, landslides and lack of clean water 5) Criticism of Oyo Sub-waters of Gunungkidul Regency caused by the weakness of space control because the entire Oyo sub-basin of Gunungkidul Regency designated as residential area, the overlap between geological protection and settlement area on spatial pattern map, RDTR is still in the form of study so that the control of landuse based on RTRW, public behavior, and lack of human resources in government.
Kata Kunci : Pengendalian Ruang, Penggunaan Lahan, Daerah Resapan