Laporkan Masalah

Sejarah dan Hubungan Kekerabatan Sebagai Landasan Hirarki Hunian di Desa Adat Bleq, Sembalun Lawang - Lombok Timur

FEBI NUSITASARI, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D.

2018 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Sejarah dan hubungan kekerabatan antar masyarakat merupakan salah satu ciri khas dan bagian dari kehidupan masyarakat Sasak di Desa Adat Bleq, Sembalun Lawang-Lombok Timur. Keberadaan desa adat sendiri menjadi cikal bakal perkembangan masyarakat yang berada di desa tersebut. Desa Adat Bleq mejadi salah datu desa tertua yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (P. Lombok). Sebab dari desa adat tersebut mulai muncul pemekaran wilayah, hal ini juga tidak lepas sejarah yang melatarbelakanginya. Adapun akulturasi kebudayaan antara Boda Tua, Budha, Hindu, Islam, Wetu Telu yang terdapat pada desa terpilih yang juga mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Perwujudan akulturasi kebudayaan dapat dilihat dari artefak kebudayaan, pola hunian masyarakat setempat, adat istiadat yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Hasil observasi Desa Adat Bleq dinilai memiliki keunikan dari aspek sejarah serta adat istiadat merupakan keunikan yang direpresantasikan dalam wujud produk arsitektur rumah tradisional pada Desa Adat Bleq. Wujud arsitektur tersebut merangkum ideologi, dan kesepakatan masyarakat dalam memaknai ruang yang kemudian berkembang hingga menjadi sebuah landasan dari hirarki permukiman. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi transendental, penelitian ini menjelaskan fenomena yang terjadi dari sisi arsitektur. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dibidang akademik maupun praktis. Sehingga memperkaya wawasan pengetahuan dibidang tersebut sehingga dapat menjadi tolak ukur dalam menjaga kearifan lokal dan adat istiadat setempat

History and kinship among the community is one of the characteristics and part of the life of the Sasak people in Bleq Traditional Village, Sembalun Lawang-Lombok Timur. The existence of traditional village itself becomes the forerunner of the community development in the village. Desa Adat Bleq mejadi one of the oldest datu in the area of West Nusa Tenggara (P. Lombok). Because of the customary villages began to emerge regional expansion, it also does not escape the history that lies behind him. The acculturation of culture between Boda Tua, Buddhist, Hindu, Islam, Wetu Telu contained in selected villages that also affect the lives of local communities. The embodiment of cultural acculturation can be seen from cultural artifacts, patterns of local residents, customs that are still maintained by the local community. The observation result of Bleq Adat Village is considered unique from historical aspect as well as customs which is repressed in the form of traditional architectural product of traditional house in Desa Adat Bleq. This architectural form encapsulates ideology, and community consensus in interpreting the space which then develops into a foundation of the settlement hierarchy. By using transcendental phenomenology approach, this research explain the phenomenon that happened from architecture side. The results of this study can provide benefits and contributions in the field of academic and practical. So enrich the knowledge in the field so that it can be a benchmark in maintaining local wisdom and local customs.

Kata Kunci : Kata kunci : Lombok, Desa Adat, Arsitektur, Desa Adat Bleq, Permukiman / Keywords : Lombok, Traditional Village, Architecture, Bleq Traditional Village, Settlement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.