PEMAKAIAN BAHASA MASYARAKAT DESA PUGERWETAN KABUPATEN JEMBER (Suatu Tinjauan Etnografi Komunikasi)
AGUSTINA DEWI SETYARI, S.S., M.HUM., Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo; Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U.
2018 | Disertasi | S3 LinguistikPenelitian ini membahas tentang (1) bentuk-bentuk pemakaian bahasa yang digunakan dalam interaksi di Desa Pugerwetan dalam berbagai ranah oleh masyarakat nelayan Desa Pugerwetan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa tersebut beserta alasannya; dan (3) latar belakang sosial budaya, terutama sistem sosial ekonominya, dapat menjelaskan peristiwa tutur yang didalamnya mengandung pranata sosial budaya dan norma-norma. Penelitian ini menggunakan analisis etnografi komunikasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mempergunakan tuturan yang tinggal di Desa Pugerwetan, Kabupaten Jember dan orang yang berinteraksi dengan mereka. Informan utama dalam penelitain ini adalah orang yang lahir dan bertempat tinggal di Desa Pugerwetan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara dan pengamatan. Selanjutnya data penelitian ini dianalisis dengan mempergunakan analisis etnografi komunikasi. Analisis yang dilakukan tidak hanya dari segi bahasanya (verbal dan nonverbal) tetapi juga dari segi sosial-budaya yang melingkupi masyarakat tutur yang mendasari penggunaan suatu bahasa sebagai media interaksi serta diperdalam dengan melihat hubungan personal antara penutur dengan lawan tutur. Faktor-faktor pendukung dari kemampuan berkomunikasi atau proses-proses komunikasi ini dapat dikaji dengan menggunakan studi Etnografi Komunikasi (ethnography of communication). Komponen komunikasi tersebut oleh Hymes dilabeli dengan aksara dari kata SPEAKING. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum masyarakat pesisir Desa Pugerwetan yang multietnik menggunakan bahasa Jawa Ngoko dan bahasa Jawa Krama dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa bahasa lain yang dipergunakan oleh masyarakat Puger yaitu bahasa Madura Enjeq Iyeh, bahasa Madura Engghi Enten, bahasa Mandar, bahasa Using, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Hubungan sosial yang berupa tingkat keakraban menjadi salah satu faktor utama pemakaian bahasa. Hubungan yang akrab menghilangkan pemakaian bahasa halus antara penutur dengan lawan tutur. Dengan hubungan yang akrab membuat penutur dan lawan tutur mempergunakan bahasa Jawa Ngoko atau bahasa Madura Enjeq Iyeh. Hubungan yang tidak akrab membuat penutur dan lawan tutur memakai bahasa halus (bahasa Jawa Krama atau bahasa Madura Engghi Enten). Bahasa Indonesia dipergunakan hanya pada situasi resmi, yaitu di ranah pemerintahan dan ranah pendidikan. Bahasa Arab dipergunakan di ranah kesenian dan keagamaan. Pemakaian bahasa yang berdasarkan hubungan sosial berupa tingkat keakraban ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir di Desa Pugerwetan merupakan masyarakat yang egaliter.
The research qustions formulated in this researh are (a) what the language forms are used in Pugerwetan in many different situations by Javanese, Madurese, Osing, and Mandar; (b) what factors determine the use of the langauge variants, and why; (c) how far the socio-cultural background, particularly the socio-ecomic system, of Pugerwetan can be used to explain the speech events in which it is found the socio-cultural institution and norms. This is an Etnographic of Communication research. This is a descriptive qualitative research. The population of this research is the people of Pugerwetan and those who interact with them. The informants are the people who were born and grew in the village. The data were collected using interview and observation techniques. Having been collected, the data were analyzed by ethnography of communication. The analysis does not only cover the language (verbal and non-verbal) but also the socio-cultural background of the society which motivates them to use the language, including the personal relationship between the speakers and their speech partners. The ethnography of communication components used to analyze the data were taken from Hymes, theory known as SPEAKING. The result revealed that the people of Pugerwetan speak Ngoko and Krama Javanese (variants) in their daily communication, and some other languages (such as Madurese, Mandar, Using, Indonesian, and Arabic) in any other different contexts. The main social factor of their language (variant) choice is the level of intimacy. This factor makes possible the speakers and speech partners to use the Ngoko Javanese or Enjeq-Iyeh Madurese. In contrast, the unintimate relationship motivates them to use the non-Ngoko (refined) Javanese or Enggih-Enten Madurese. In addition, they speak speak bahasa Indonesia, in the formal situation such as: for education and government affairs, and Arabic, for the cultural and relgious matters. The language use based on the socioal relationship, the intimacy level, shows that the coastal area society of Pugerwetan are egalitarian society.
Kata Kunci : etnografi komunikasi, komponen komunikasi, ranah, ethnography of communication, communication components, matters