Laporkan Masalah

Implementasi whistleblowing system pada PT KZL Cabang Yogyakarta

MARIETTA PRITA S. A., Mahfud Sholihin, Prof., M.Acc., Ph.D.

2018 | Tesis | S2 Akuntansi

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi whistleblowing system di PT KZL setelah terjadinya kasus yang terjadi pada tahun 2015. PT KZL yang didirikan pada tahun 1955 merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang distributor peralatan industri dan berbagai jenis mesin. Penelitian ini menggunakan tiga variabel sesuai dengan theory of planned behavior sebagai faktor individual, yaitu sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian. Adapun untuk faktor situasional menggunakan variabel keseriusan kesalahan, biaya pribadi pelaporan, dan status pelaku. Penelitian ini merupakan penelitian campuran (mix method) dengan menggunakan populasi keselurahan karyawan di PT KZL Cabang Yogyakarta sebagai responden untuk metode kuantitatif dan memilih Kepala Cabang, Accounting, dan Kepala Gudang sebagai responden untuk metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, keseriusan kesalahan, biaya pribadi pelaporan, dan status pelaku merupakan faktor penentu niat melakukan whistleblowing.

The purpose of this research is to understand how whistleblowing system can be implemented in PT KZL after the case which occurred in 2015. Established in 1955, PT KZL is a national company which specializes in industrial machine and tool supply and distribution. This research uses three variables according to the theory of planned behavior as individual factors, (i.e., attitude toward behavior, subjective norm, and behavior perception control). Whereas the situational factors uses the seriousness of error; personal reporting cost; and offender status variables. This research uses mixed methods which involves the entire employee population in PT KZL, Yogyakarta branch as the respondents for quantitative method, and assigns the Branch Head; Accounting staff; and Warehouse Head as the respondentsfor qualitative method. The results of this research indicate that variables such as attitude toward behavior; subjective norm; behavior perception control; seriousness of error; personal reporting cost; and offender status is determinant factor to the intention of whistleblowing.

Kata Kunci : Niat Melakukan Whistleblowing System, Sikap Terhadap Perilaku, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku Persepsian, Keseriusan Kesalahan, Biaya Pribadi Pelaporan, Status Pelaku, Mix Methods.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.