Zonasi Kerentanan Gerakan Massa dengan Metode Regresi Logistik di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur
YUSUF BAGASKORO, Dr. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIKabupaten Trenggalek menjadi salah satu kabupaten dengan data kejadian gerakan massa yang cukup banyak di Indonesia. Kebutuhan masyarakat akan peta yang menunjukkan zona kerentanan daerah cukup besar. Peta kerentanan yang sudah ada dari PVMBG merujuk pada data-data sekunder, sedangkan peta kerentanan dengan rujukan data primer belum dipublikasikan. Penelitian ini memiliki tujuan menentukan faktor yang signifikan menyebabkan terjadi gerakan massa dan menentukan zonasi kerentanan gerakan massa di Kabupaten Trenggalek. Pembuatan peta kerentanan mengacu pada Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Pedoman Penataaan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Peta kerentanan mempertimbangkan aspek kemiringan lereng, tanah atau batuan, kerapatan pola aliran, tata guna lahan, curah hujan, dan kegempaan. Parameter-parameter tersebut diolah dalam SPSS 24 untuk menentukan parameter yang signifikan menyebabkan terjadinya gerakan massa di daerah penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan parameter yang signifikan adalah tanah atau batuan dan kemiringan lereng. Parameter-parameter tersebut diolah kembali dalam SPSS 24 untuk mengetahui probabilitas kejadian gerakan massa. Nilai probabilitas kemudian dijadikan dasar zonasi kerentanan gerakan massa. Hasil zonasi kerentanan gerakan massa menunjukan daerah penelitian terbagi menjadi 3 zona kerentanan gerakan massa, yaitu zona kerentanan rendah (30,4571%), zona kerentanan sedang (34,5087%), dan zona kerentanan tinggi (35,0342%).
Trenggalek regency is one of the districts with massive data of landslide events in Indonesia. The citizen's need for a map showing the landslide susceptibility zones is really important. Landslide susceptibility map from PVMBG using secondary datas while map with primary datas haven't been publicated. The goals of this study are determining the significant factors that can lead to mass movement in Trenggalek Regency and classify susceptibility zone in Trenggalek Regency. The zonation is according to Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum No. 22 / PRT / M / 2007 Tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. The parameters are slope, litology, surface water density, land use, rainfall, and earthquake. These parameters are processed in SPSS 24 to determine the significant parameters. Results of data processing show significant parameters are litology and slope. These parameters are reprocessed in SPSS 24 to determine the probability of landslides. The probability value then create the zoning base. The result shows that the research area is divided into 3 zones, low susceptibility zone (30,4571%), medium susceptibility zone (34,5087%), and high susceptibility zone (35,0342%).
Kata Kunci : Gerakan Massa, Zonasi Gerakan Massa, Regresi Logistik