Evaluasi Penerapan Sistem Pengukuran Kinerja (Studi pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul)
A AMIRULLAH ARIF T, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA., Ak. CA.
2018 | Tesis | S2 AkuntansiTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan sistem pengukuran kinerja dengan melihat kesesuaian informasi menggunakan model logika cetak biru kinerja (performance blueprints) pada dokumen perencanaan strategis hingga pelaporan kinerja, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam penerapan sistem pengukuran kinerja pada kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang terkait dengan perencanaan kinerja. Dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan model alur logika Performance Blueprint dan analisis data tekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul telah melakukan penerapan sistem pengukuran kinerja berdasarkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Namun dalam penerapannya, mulai perencanaan kinerja sampai dengan pelaporan kinerja masih belum cukup memberikan gambaran alur logika yang sesuai antar dokumen. Masih terdapat beberapa ketidakselarasan, terutama antara perjanjian kinerja dan laporan kinerjanya dalam hal penetapan program dan indikator kinerja. Kemudian berdasarkan evaluasi model performance blueprint, secara umum indikator kinerja program yang ditetapkan masih berorientasi pada upaya (kuantitas upaya 56% dan kualitas upaya 44%), dan belum berorientasi pada dampak. Dan faktor-faktor yang memengaruhi penerapan sistem pengukuran kinerja di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Bantul yaitu sumber daya manusia, status kelembagaan, rotasi pegawai, dan budaya ewuh pakewuh.
This research aims to evaluate the implementation of performance measurement by looking at information consistence using a performance blueprint logic model on documents from strategic planning to performance reporting, and to identify the factors that play a role in the implementation of a performance measurement system at the Nation Unity and Political Affairs Office of Bantul Regency. This research uses a qualitative method by using a case study approach. The data are collected by means of documentation and in depth interviews with civil servants in charge of performance planning. And the data analysis in this research uses a logic flow of performance blueprint and textual data analysis. The research results show that the Nation Unity and Political Affairs Office of Bantul Regency as implemented the performance measurement system based on the Presidential Regulation No. 29, 2014 on Government Institutions Performance Accountability System (SAKIP). However, its implementation from performance planning to performance reporting has not sufficiently provide a description of logic flow which is consistent between one document and another. There are still discrepancies, especially between performance agreement and performance report in terms of program determination and performance indicators. And based on performance blueprint model evaluation, generally the determined program performance indicators are still oriented to efforts (56% effort quantity and 44% effort quality) and not yet oriented to impact. And the factors that influence the implementation of performance measurement system at the Nation Unity and Political Affairs Office of Bantul Regency are human resource, institutional status, employee rotation, and conflict avoiding (ewuh pakewuh) culture.
Kata Kunci : New Public Management, Penerapan Sistem Pengukuran Kinerja, SAKIP, Performance Blueprint, Indikator Kinerja.