Laporkan Masalah

Work Family Conflict pada Wanita yang sering Bekerja Lembur (Studi Fenomenologi pada Ibu yang Bekerja)

NADIARANI ANINDITA, Isaac Jogues Kiyok Sito Meiyanto. Drs., Ph.D., Psikolog

2018 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana work family conflict yang terjadi pada wanita yang sering bekerja lembur, cara mengatasi work family conflict yang dirasakan, serta usaha apa saja yang telah dilakukan organisasi untuk mengurangi work family conflict ketika dihadapkan dengan jumlah jam kerja yang panjang. Informan dalam penelitian ini adalah empat orang pegawai wanita yang bekerja di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN Bandung) yang sering mengalami lembur dan masih memiliki anak yang masih kecil (usia balita). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan wawancara, observasi, dan dokumen sebagai cara untuk mengumpulkan data. Transkrip wawancara dianalisis dengan menggunakan pengelompokkan tema dari data yang telah dilakukan koding sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work family conflict yang dirasakan oleh informan yang sering bekerja lembur terbagi dalam dua bentuk yaitu strain based conflict dan time based conflict. Bekerja lembur tidak dapat dihindari dan diperlukan organisasi untuk mencapai target pekerjaan, namun berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa work family conflict ketika harus bekerja lembur dapat diatasi dengan adanya support system yang kuat, baik itu dukungan dari suami, keluarga, lingkungan sosial, dan relasi di tempat kerja. Selain itu adanya usaha dari organisasi untuk mewujudkan lingkungan kerja yang family-friendly juga dapat mengurangi kekhawatiran bagi wanita yang bekerja.

The purpose of this study is to seek how the work family conflict on female worker who often have overtime work, their way to deal with the problem, and also the organization efforts to reduce work family conflict when its related with overtime work. The subject of this study is four female worker who work at Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN Bandung) who often have to do overtime work and still having little child with age under five years old. This study use qualitative method as the way to obtain data with information collected from interview, observation, and document. The result of this study shown that there were two type of work family conflict presented on this study, strain based conflict and time based conflict. Overtime work cannot be avoided and its useful for organization to achieve work target, meanwhile based on the result of this study, the amount of work family conflict will get lower if the working mother have good social support surrounding them, from their husband, family, other social support, and relation in their workplace. The efforts from organization to make more family-friendly environmet also play the important part to make less conflict on female worker.

Kata Kunci : kerja lembur, pekerja wanita, work family conflict


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.