Pendidikan Terintegrasi di Irlandia Utara: Tantangan Binadamai antara Sekolah dan Lingkungan
RAIZSA AN-NUR, Dr. Maharini Hapsari, M.A.
2018 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini berjudul Pendidikan terintegrasi di Irlandia Utara: Tantangan binadamai antara sekolah dan lingkungan. Studi literatur dilakukan dengan mendalami kasus segregasi masyarakat di Irlandia Utara pascakonflik kekerasan dan proses binadamai yang diusahakan pemerintah khususnya upaya binadamai melalui jalur pendidikan terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apa saja tantangan yang dihadapi sekolah terintegrasi dalam upaya binadamai di tengah segregasi masyarakat di Irlandia Utara. Pendekatan yang gunakan yaitu melihat seberapa besar konflik telah memecah belah struktur masyarakat, mengumpulkan data tentang perkembangan pendidikan terintegrasi dan terakhir menganalisis tantangan yang sekolah hadapi untuk membudayakan toleransi dan kesetaraan ditengah segregasi masyarakat. Pendidikan terintegrasi sebagai salah satu instrumen binadamai mengalami banyak tantangan untuk dapat berkembang, dalam aspek sosial salah satunya untuk menarik minat dan kesadaran orang tua untuk mau mendidik anak-anaknya dalam toleransi, dalam aspek sistem melibatkan dukungan pemerintah untuk pengadaan sekolah terintegrasi sedangkan dari sudut pandang sekolah tantangan berhubungan dengan negosiasi identitas di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme orang tua terhadap pendidikan terintegrasi terus meningkat namun pemerintah tidak mampu mengakomodir permintaan tersebut malah mendorong sistem shared education. Sedangkan di lingkup sekolah ditemukan adanya identitas-identitas yang dapat dinegosiasikan dan ada pula yang tidak. Hal-hal yang tidak prinsipil dan langsung berkaitan dengan keyakinan dapat didiskusikan. Sejarah dapat dinarasikan secara impartial, olah raga dapat dilakukan secara adil dan bersama, kesenian, cerita rakyat, makan khas dan kebudayaan lain dapat dipelajari, disajikan dan dinikmati bersama. Namun satu hal yang mendasar dan sangat prinsipil yaitu keyakinan tidak dapat diganggu gugat, tidak boleh ada ungkapan yang dapat membuat stereotype terhadap agama lain. Keberagaman keyakinan dan etnis dipelajari agar siswa dapat saling menghargai bukan mencurigai.
The research entitled Integrated Education in Northern Ireland: Challenges between School and the Neighborhood. Literature review was conducted to inquire segregation practices in Northern Ireland and peacebuilding processes specifically from the education perspective. The research aims to analyze what are the challenges faced by integrated education in the process of peacebuilding among segregation in Northern Ireland societies. The approaches were: describing how segregated are Northern Ireland societies, collecting data of integrated education development and finally analyze the challenges faced by integrated education in the process of peacebuilding at school in the middle of segregation. Integrated education as one of peacebuilding instruments faces some challenges, from the social aspect it deals with the parents who reject the idea of integrated school, from the systemic aspect it deals with the government who has not fully support integration at school and from the school aspect it deals with the practice of identity negotiation at school. The result shows that the trend of parents enthusiasm to send their children to integrated schools has been increasing but the government and Education Department failed to accommodate the demand instead they support a new concept, shared education. At school there are negotiable and un-negotiable identity, some culture such as history, sport, folktale etc could be negotiated but the most principle like religion could not. At integrated schools all children from any religion and/or none should be treated equally and school should avoid any implication that could build stereotype among ethnics and religions.
Kata Kunci : pendidikan terintegrasi, shared education, Irlandia Utara, binadamai