Empirical performance models of National Road in Indonesia, a Case Study in South Kalimantan
WINDIARTO ABISETYO, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.; Dr.Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T.
2018 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiKarakteristik struktural dan permukaan dapat digunakan untuk mengukur kinerja jalan. Namun, di Indonesia, International Roughness Index (IRI) telah digunakan sebagai indikator kinerja jalan utama untuk menggambarkan karakteristik permukaan dan struktural. Karakteristik permukaan diukur dengan menggunakan data Surface Distess Index (SDI). Penilaian karakteristik struktural menggunakan data Falling Weight Deflectometer (FWD) untuk mengukur defleksi permukaan dan mengukur kinerja struktural perkerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ketidakrataan jalan dapat digunakan sebagai indikator utama untuk menggambarkan karakteristik struktural dan permukaan jalan di Indonesia. Dalam penelitian ini, korelasi antara IRI, SDI, dan kinerja struktural perkerasan diteliti dengan menggunakan analisis korelasi. Model empiris IRI untuk menggambarkan kinerja struktural SDI dan perkerasan dikembangkan dengan menggunakan analisis regresi dengan perangkat lunak Statistical Package for the Social Science (SPSS) 24. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya IRI dan SDI yang memiliki korelasi signifikan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya juga menunjukkan bahwa IRI tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja struktural perkerasan. Oleh karena itu, IRI tidak disarankan untuk dijadikan indikator utama kinerja perkerasan di Indonesia. Pemeliharaan dan rehabilitasi jalan harus mempertimbangkan penilaian kondisi perkerasan lainnya, baik secara fungsional maupun struktural, terutama kinerja struktural perkerasan.
Structural and surface properties can be used to measure road performance. However, in Indonesia, International Roughness Index (IRI) was being used as overall road performance indicator to describe surface and structural properties. Surface properties were measured using Surface Distress Index (SDI) data. Structural properties assessment was using Falling Weight Deflection (FWD) data to measure surface deflection and calculate structural performance. The aim of the research is to investigate whether road roughness can be used as an overall indicator to describe both structural and surface properties of roads in Indonesia. In this study, the correlation between IRI, SDI, and pavement structural performance was investigated by using correlation analysis. The empirical model of IRI to describe both SDI and pavement structural performance was developed using regression analysis with Statistical Package for the Social Science (SPSS) 24 software. The result shows that only IRI and SDI have a significant correlation at 95 percent confidence level. The result also shows that IRI cannot be used to describe pavement structural performance. Therefore, IRI is not suggested to be used as an indicator for overall pavement performance in Indonesia. Road maintenance and rehabilitation should consider other pavement condition assessments, both functionally and structurally, especially pavement structural performance.
Kata Kunci : road performance, pavement structural performance, IRI, SDI, FWD