PREEKLAMSIA DAN KEMATIAN MATERNAL DI RSUP DR. SARDJITO
SALSABILA SANDI, dr. R Detty Siti Nurdiati, MPH, PhD, Sp.OG(K); dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.OG(K)
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLATAR BELAKANG: Rasio kematain maternal pada tahun 2015 mencapai 216 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut belum cukup untuk memenuhi target MDGs (Millenium Development Goals) sehingga dilanjutkan dengan program SDGs (Sustainable Development Goals) dengan target 70 kematian maternal per 100.000 kelahiran hidup. Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian maternal di dunia dimana 76.000 ibu hamil meninggal setiap tahunnya akibat preeklamsia dan penyakit hipertensi lainnya. Di negara berkembang, seorang wanita akan tujuh kali lebih berisiko untuk terkena preeklamsia dibandingkan dengan wanita di negara maju. Insidensi kematian maternal akibat preeklamsia dan penyakit hipertensi lainnya di Indonesia telah meningkat dari 21,5% pada tahun 2010 menjadi 27,5% pada tahun 2013. TUJUAN: Mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko kematian maternal dengan preeklamsia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito tahun 2012- September 2017 METODE: Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif analitik observasional dengan rancangan studi potong lintang. Penelitian ini akan dilakukan selama bulan Desember 2017 dengan mengambil data melalui rekam medis di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr. Sardjito. Kemudian akan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan SPSS 24.0 HASIL: Terdapat 85 kematian maternal di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2012 hingga September 2017. Sebanyak 35 kematian maternal disertai dengan preeklamsia sehingga persentasenya adalah 42,4% dari seluruh kematian maternal. Ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara kematian maternal dengan preeklamsia terhadap usia ibu (RR 1,864; 95% CI = 1,078 -3,220; p 0,035), hipertensi kronis (RR 2,69; 95% CI = 2,016 - 3,589; p 0,002), dan eklamsia (RR 2,885 ;95% CI = 2,114 - 3,936; p 0,000). Dimana risiko ibu hamil dengan usia muda (<20 tahun) dan usia tua (>35 tahun), hipertensi kronis, dan eklamsia akan meningkat terhadap kematian maternal dengan preeklamsia. Sedangkan untuk jumlah janin, usia kehamilan, paritas dan ANC tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna pada penelitian ini KESIMPULAN: Usia ibu, hipertensi kronis, dan eklamsia memiliki hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kematian maternal dengan preeklamsia. Sedangkan jumlah janin, usia kehamilan, paritas, dan ANC tidak ditemukan memiliki hubungan yang bermakna terhadap kematian maternal dengan preeklamsia pada penelitian ini
BACKGROUND: Maternal mortality ratio (MMR) in 2015 was estimated 216 maternal deaths per 100,000 live births. That number was not enough to fulfill Millenium Development Goals so it was continued by Sustainable Development Goals with its target to reduce MMR to less than 70 per 100,000 live births by 2030. Preeclampsia was one of the main causes of maternal death in the world in which 76,000 pregnant woman died because of preeclampsia and other hypertension disease annually. In developing country, a woman is seven times at risk for preeclampsia if compared to developed country. The incidence of maternal death by preeclampsia and other hypertension disease in Indonesia have increased from 21.5% in 2010 to 27,5% in 2013. Few of the risk factors for preeclampsia such as maternal age, chronic hypertension, eclampsia, gestational age, multiple gestation, parity, and antenatal care. Those relationship with maternal death will be analysed in this research OBJECTIVES: To investigate the relationship between risk factors of maternal mortality with preeclampsia in Dr Sardjito Hospital from 2012 until September 2017 METHODS: This research was an analytical descriptive study with cross sectional design. This research was held in December 2017 by collecting samples from medical records in Medical Records Instalation Dr. Sardjito Hospital. Then the samples was analysed using SPSS 24,0 RESULTS: There was 85 maternal deaths in Dr. Sardjito Hospital in 2012 until September 2017. From 85 cases, preeclampsia was found in 35 cases of maternal deaths (42.4%). Significant relationship was found between maternal mortality with preeclampsia and maternal age (RR 1,864;95% CI = 1,078 - 3,220; p 0,035), chronic hypertension (RR 2,69;95% CI = 2,016 - 3,589; p 0,002), and eclampsia (RR 2,885 ;95% CI = 2,114 - 3,936; p 0,000). The risk of pregnant woman to maternal mortality with preeclampsia will be increased if they are/have early age (<20 years) and advanced age (>35 years), chronic hypertension, and eclampsia. Multiple gestation, gestational age, parity, and antenatal care didn't found to have significant relationship with maternal mortality by preeclampsia in this study CONCLUSION: Maternal age, chronic hypertension, and eclampsia have significant relationship with maternal mortality by preeclampsia. Multiple gestation, gestational age, parity, and antenatal care didn't found to have significant relationship with maternal mortality by preeclampsia in this study
Kata Kunci : Kematian Maternal, Preeklamsia, Faktor Risiko, Hipertensi, Usia, Paritas, Eklamsia