TERORISME ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYRIA (ISIS) DALAM NOVEL HABIBI DA'ISYI KARYA HAJAR 'ABDU AS-SAMAD: ANALISIS HEGEMONI GRAMSCI
RUMPOKO SETYO J, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.
2018 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaFenomena terorisme yang telah ada sejak dahulu kala, saat ini kembali muncul dan menjadi bahan diskusi yang hangat di berbagai kalangan. Pada beberapa tahun terakhir ini, aksi-aksi terorisme makin meningkat, aksi-aksi tersebut banyak dilakukan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengklaim berdirinya negara Islam di wilayah Irak dan Suriah. ISIS banyak melakukan aksinya dengan kekerasan menggunakan senjata dan mengakibatkan banyak korban jiwa. Peristiwa yang berkaitan dengan hal itu, yaitu teorisme dan ISIS, telah mengilhami salah seorang sastrawan Arab, Hajar 'Abdu as-Samad dalam menghasilkan karya sastra ang berbentuk novel dengan judul Habibi Da'isyi. Novel ersebut dalam tesis ini ditelaah dan diteliti dengan menggunakan teori Hegemoni Gramsci yang berkaitan dengan kepemimpinan intelektual-moral dan dominasinya untuk mengetahui beragam aksi-aksi teror yang dilakukan, serta caranya menghegemoni masyarakat Mesir, yang merupakan latar tempat dan tokoh dari novel ini. Novel Habibi Da'isyi, mengisahkan perjuangan seorang perempuan dan keluarganya dalam menghadapai teror-teror yang digencarkan oleh ISIS. Karena Laila pernah terjerumus dan bergabung dengan ISIS bersama dengan beberapa perempuan Mesir lainnya, ketika itu dirinya merasa diacuhkan dan ditekan oleh keluarganya sendiri. Hasil dari analisis terhadap novel tersebut menunjukkan bahwa ISIS merupakan organisasi terorisme yang menggunakan ideologi 'jihad' untuk menarik simpatisan masyarakat umum; ISIS menggunakan kekerasan dalam aksi-aksinya untuk mendominasi dan mengakibatkan banyak korban jiwa. Selain dari kedua hal tersebut, terdapat sosok penting, yaitu pemimpinnya yang menamakan dirinya sebagai khalifah yang menyusun segala sesuatunya, sehingga ISIS dikenal di seluruh dunia saat ini. Semua itu dilakukan untuk satu tujuan, yaitu berdirinya ad-Daulah al-slamiyyah atau Khilafah Islamiyyah 'negara Islam', negara yang menjunjung tinggi hukum dan syariat Allah SWT. Padahal sejatinya, ISIS hanya dijadikan alat yang digunakan oleh Amerika Serikat (FBICIA), Inggris (M-16), dan Israel (Mossad) untuk mendominasi (menghegemoni) kawasan Timur Tengah.
The phenomenon of terrorism that has existed since time immemorial,now re-emerged and became of a warm discussion subject in various circles. In recent years, acts of terrorism have been on rise up, many of which have been carried out by the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), which claimed the establishment of an 'Islamic state' in Iraq and Syria. ISIS has done many violent acts using weapons and resulted in many casualties. The related events, terrorism and ISIS, have inspired one of the Arabic writers, Hajar 'Abdus as-Samad in producing literary works in the form of a novel under the title Habibi Da'isyi. In this thesis, this novel is examined by Hegemoni Gramsci's theories relating to intellectual-moral leadership and his dominance, to know the various acts of terror committed, as well as the manner of hegemonizing Egyptian society, which is the setting and place of the novel. Novel Habibi Da'isyi, tells the story of struggle from a woman and her family against intensified terror by ISIS. Because Laila had fallen and joined ISIS with others Egyptian women, when she felt ignored and pressured by her own family. The results of the analysis from novel show that ISIS is a terrorist organization that uses the ideology of 'jihad' to attract sympathizers of publics; ISIS uses violence in its actions to dominate and it result in many casualties. Apart from these two things, there is an important figure, the leader who calls himself as khalifah who compose everything, so ISIS is known throughout the world today. All of this is done for one purpose, namely the establishment of ad-Daulah al-Islamiyyah or Khilafah Islamiyyah 'Islamic state', a country that upholds the law and shari'ah of Allah SWT. In fact, ISIS is only used as a tool used by the United States (FBI-CIA), United Kingdom or England (M-16), and Israel (Mossad) to dominate (hegemonize) Middle East region.
Kata Kunci : Kata kunci: Sastra Arab, Novel, Hegemoni, Gramsci, Terorisme, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Da�isy