Laporkan Masalah

FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATUS DENGAN HIDROSEFALUS

SATRIO PAMUNGKAS, dr. Tunjung Wibowo, MPH, M.Kes, Sp.A(K); dr. Alifah Anggraini, MSc, Sp.A(K)

2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Luaran neonatus dengan hidrosefalus dapat meninggal pada masa neonatus, memiliki gangguan tumbuh kembang, dan sembuh. Prognosis neonatus dengan hidrosefalus perlu diperkirakan pada waktu penanganan awal karena dengan mengetahui prognosis bayi tersebut, klinisi dapat melakukan berbagai penanganan yang tepat sehingga didapat hasil yang lebih baik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap prognosis kematian neonatus dengan hidrosefalus. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitis dengan desain penelitian kasus kontrol. Kelompok kontrol adalah neonatus di RSUP Dr. Sardjito yang didiagnosis hidrosefalus dan hidup hingga usia 28 hari. Kelompok kasus adalah neonatus di RSUP Dr. Sardjito yang didiagnosis hidrosefalus dan meninggal pada usia 0-28 hari. Kelompok kasus dan kontrol dipilih dengan cara simple random sampling. Penelitian ini membutuhkan sampel sebesar 274 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien neonatus RSUP Dr. Sardjito. Hasil Penelitian: 136 sampel didapat dari database bulan Januari 2007 hingga Juni 2017. 31 subjek dieksklusi karena pulang atas permintaan sendiri, data tidak lengkap, dan dirujuk. Dari 105 subjek yang diteliti menunjukkan proporsi kematian 31,4%. Distres napas merupakan faktor risiko kematian neonatus dengan hidrosefalus yang bermakna (OR = 5,2; IK 95% = 1,89 – 14,33; p = 0,01). Asfiksia, sepsis, dan duktus arteriosus persisten merupakan faktor-faktor yang tidak signifikan terhadap risiko kematian neonatus dengan hidrosefalus. Simpulan: Distres napas merupakan faktor risiko kematian neonatus dengan hidrosefalus. Penatalaksanaan neonatus dengan hidrosefalus yang menderita distress napas harus dilakukan dengan baik untuk mencegah luaran buruk.

Background : Neonates with hydrocephalus could be cured, but some of them could have growth and development impairment or death. Prognosis of neonates with hydrocephalus has to be predicted in the early management. By knowing the prognosis, the physician can conduct the correct management and achieve the better result. Objective : To determine the risk factors that influence the mortality prognosis of neonates with hydrocephalus. Metode Penelitian: This is a case-control study. Control group is neonates who were treated at RSUP Dr. Sardjito, diagnosed hydrocephalus and lived until age 28 days. Case group is neonates who were treated at RSUP Dr. Sardjito, diagnosed hydrocephalus and died in age within 28 days. The sampling method is simple random sampling and needs 274 samples. This study uses secondary data which is taken from medical record of neonate patients at RSUP Dr. Sardjito. Results: There were 136 samples from database January 2007-June 2017. 31 subjects were excluded, 21 were left against advice, 9 were incomplete data and 1 were referred. From 105 subjects, the proportion of deaths is 31,4%. Respiratory distress is the mortality risk factor of neonates with hydrocephalus (OR = 5,2; CI 95% = 1,89 – 14,33; p = 0,01). Asphyxia, sepsis, and persistent ductus arteriosus are not significantly influence the mortality of neonates with hydrocephalus. Conclusion: Respiratory distress is the mortality risk factors of neonates with hydrocephalus. Hydrocephalus neonates with respiratory distress should be treated promptly to avoid bad outcomes.

Kata Kunci : prognosis, kematian, neonatus, hidrosefalus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.