Peranan inspektorat dalam Rangka Pelaksanaan Pengawasan Pemerintah Daerah Studi Kasus Inspektorat Kota Yogyakarta
RIZKY OKTAVIANTO , Dr.rer.pol.Mada Sukmajati,S.I.P.,M.I.P
2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian ini berusaha melihat bagaimana pengawasan yang telah dilakukan oleh Inspektorat Kota Yogyakarta mengingat Kota Yogyakarta sendiri telah memperoleh berbagai penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta sebagai bukti bahwa kinerja pemerintahan telah berjalan dengan baik. Namun berdasarkan laporan Inspektorat Kota Yogyakarta dalam kurun waktu 2010-2015 tingkat pelanggaran mengalami kenaikan dan penurunan di tiap tahunnya. Ini menjadi hal yang kontradiktif dimana dengan adanya lembaga pengawas internal lumrahnya tingkat pelanggaran mengalami penurunan namun yang terjadi justru sebaliknya dimana dari tahun ke tahun angka pelanggaran masih mengalami fluktuatif. Oleh karena itu, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengawasan yang dilakukan Inspektorat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kota Yogyakarta tahun 2010-2015? Landasan teori untuk menjawab rumusan masalah tersebut menggunakan konsep pengawasan dari G.R Terry yang menyatakan penentuan apa yang harus dicapai, apa yang sedang dilakukan, dan perbaikan apa yang perlu dilakukan sehingga dapat sesuai dengan rencana. Selain itu peneliti juga menggunakan konsep kekuasaan dari Harold D. Laswell dan Abraham Kaplanuntuk menjelaskan relasi kuasa yang terbentuk. Dengan begitu diharapkan dapat menjelaskan bagaimana peran inspektorat kota Yogyakarta dalam melakukan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan data primer dan studi pustaka untuk memperoleh data sekunder. Temuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah pengawasan yang dilakukan Inspektorat Kota Yogyakarta telah berjalan dengan optimal dan efektif hal ini terbukti dari terlaksananya seluruh kegiatan pengawasan yang masuk dalam program kerja pengawasan tahunan serta inten menjalankan fungsi dan perannya yaitu sebagai early warning, kontrol jalannya pemerintahan dan sebagai penjamin kualitas yang berakibat pada semakin sedikitnya jumlah pelanggaran dari tahun 2011-2014. Sedangkan pada tahun 2015 jumlah pelanggaran mengalami peningkatan yang sangat drastis karena untuk pertama kalinya Inspektorat memfokuskan diri melakukan pemeriksaan pada sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Dahulu inspektorat tidak bisa melakukan pengawasan di sekolah dasar karena merupakan tanggungjawab dari kantor wilayah departemen pendidikan dan kebudayaan. Baru setelah pergantian sistem pemerintahan menjadi desentralisasi inspektorat melakukan pembinaan dan pendampingan bagi sekolah. Dari situlah muncul kecurigaan inspektorat bahwa ada yang salah dalam tata kelola keuangan dan pelaporan penggunaan anggaran di sekolah dasar. Ketika dilakukan pendalaman ternyata benar bahwa banyak guru-guru yang hanya asal dalam mebuat laporan dan tidak paham tata cara penggunaan anggaran. Hal ini disebabkan tidak optimalnya pengawasan yang dilakukan oleh lembaga terhadulu. Dari situ dapat diambil hikmah bahwa organisasi yang tidak tersentuh pengawasan akan berakibat pada tingginya pelanggaran dan menunjukkan bahwa keberadaan Inspekorat sangatlah penting. Akan tetapi ada beberapa hal yang menjadi hambatan kinerja inspektorat seperti intervensi dari kepala daerah, keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki.
This research would like to see how kind of supervision has been done by Yogyakarta City Inspectorate considering Yogyakarta City itself has won various awards from government and private as evidence that the performance of government has been running well. However, based on the Inspectorate of Yogyakarta City report in the period 2010-2015 the level of infringement increased and decreased in each year. This is a contradictory matter where with the internal supervision institution, the level of infringement has decreased but the opposite happened where from year to year the infringement rate is still fluctuating. Therefore, the formulation of the problem in this research is how the supervision done by the Inspectorate in the implementation of local government in Yogyakarta City. To answer these problems writer uses the concept of supervision from GR Terry who stating that supervision is a process to determination of what must be achieved, what is being done, and what improvement needs to be done so that it can fit the plan. In addition this research also use the concept of power from Harold D. Laswell and Abraham Kaplan to explain the power relation formed from the supervision done by Yogyakarta city inspectorate. From the uses of these concepts we know how to o explain the role of inspectorate of Yogyakarta in conducting of supervision. This research also uses qualitative as a research method with case study as the type. In obtaining the data the researchers used interview method to obtain primary data and literature study to obtain secondary data. The findings of the research that has been done is the supervision conducted by Inspectorate of Yogyakarta City has been running optimally and effectively this is evident from the implementation of all supervisory activities included in the annual supervisory work program and intern perform its functions and roles as early warning, supervision the way of government and as a quality assurance that results in fewer infringement from 2011-2014. While in 2015 the number of infringement has increased very drastically because for the first time the Inspectorate focuses on examining the primary school in Yogyakarta. In the past, the inspectorate could not supervise the elementary school because it was the responsibility of the regional office of the department of education and culture. Only after the turn of the government system into decentralization inspectorate do coaching and assistance for the school. From there arises the suspicion of inspectorate that something is wrong in financial governance and reporting of budget usage in primary school. When done deepening it is true that many teachers who only origin in make report and do not understand the procedure of the use of the budget. This is due to not optimal supervision made by the past institution. From there it can be learned that an organization untouched by oversight will result in high offenses and show that the existence of the Inspectorate is very important. However, there are some things that become an obstacle to the performance of inspectorates such as intervention from heads of regions, limited human resources and limited facilities and infrastructure owned
Kata Kunci : Kata kunci: Pengawasan, Pelanggaran, Inspektorat, Kota Yogyakarta. Supervision, Infringement, Inspectorate, Yogyakarta City.