Laporkan Masalah

WACANA GENDER DALAM MEDIUM KARYA SENI RUPA MENURUT SEMIOTIKA JULIA KRISTEVA

SITA MAGFIRA, Dr. Hastanti Widy Nugroho

2018 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Salah satu rujukan utama dari hadirnya wacana gender dalam medium karya seni rupa adalah pembagian kerja dalam masyarakat tradisional antara laki-laki dan perempuan. Dalam masyarakat tradisional, laki-laki mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar dan rumit sementara perempuan mengerjakan hal-hal yang halus dan sederhana. Hal tersebut dikatakan mempengaruhi pilihan medium berkarya para seniman laki-laki dan perempuan. Kajian feminis dalam seni banyak yang menganalisa bukan saja pembedaan antara seniman perempuan dan seniman laki-laki tapi juga pilihan-pilihan mereka dalam berkarya, termasuk pilihan medium yang mereka gunakan. Julia Kristeva adalah salah seorang pemikir feminis yang menaruh perhatian khusus kepada semiotika dalam lingkup kajian feminis. Konsep semiotika Kristeva fokus pada feminitas tanda, simbol, dan bahasa. Dalam penelitian ini, konsep tersebut digunakan untuk mengkaji wacana gender dalam medium karya seni rupa sebab logika yang berjalan dalam medium karya seni rupa adalah logika tanda, simbol, dan bahasa visual. Penelitian ini hendak mengeksplorasi tiga poin utama, yaitu: Pertama, wacana gender dalam medium karya seni rupa. Kedua, konsep semiotika Julia Kristeva. Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan analisa atas wacana gender dalam medium karya seni rupa dengan menggunakan konsep semiotika Kristeva sebagai pisau analisanya. Obyek material dari penelitian ini wacana gender dalam medium karya seni rupa yang tertuliskan dalam berbagai literatur, baik berupa tulisan-tulisan pengantar pameran maupun tulisan-tulisan ilmiah. Obyek formal dari penelitian ini adalah konsep semiotika Julia Kristeva. Penelitian ini menggunakan metode riset pustaka baik primer maupun sekunder. Penelitian dilalukan dengan tahapan inventarisasi data, klasifikasi data, analisis data, dan penyusunan hasil. Analisis data dilakukan dengan metode interpretasi, koherensi internal, heuristika, dan deskripsi. Di akhir penelitian, penulis juga melakukan refleksi kritis atas temuan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alam bawah sadar mempengaruhi pilihan medium karya seni rupa seniman. Kristeva menyatakan bahwa ada perbedaan antara alam bawah sadar perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, seringkali terdapat perbedaan antara medium karya seniman laki-laki dan perempuan. Salah satu contoh utama dari perbedaan medium karya seni rupa laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi oleh alam bawah sadar adalah pilihan seniman perempuan untuk menggunakan medium yang dekat dengan kehidupan sehari-hari setelah menjadi ibu. Menurut Kristeva, hal itu tidak terlepas dari alam pikir maternal. Kristeva selanjutnya menyatakan bahwa beberapa seniman bahkan secara sadar memilih untuk menggunakan medium-medium karya seni rupa yang identik dengan feminitas sebagai wujud perlawanan atas bahasa visual yang maskulin serta bagian dari usaha untuk memodifikasi bahasa.

One main reference of the emergence of gender discourse in visual art medium is the work division between man and woman in traditional society. In the traditional society, man worked on the hard and complicated works while woman worked on the delicate and simple works. Those are stated affecting the choice on working medium of the woman and man artists. Many of the feminist in arts are analyzing not only the differences between woman and man artists but also their choices in working, including their choices of medium. Julia Kristeva is one of feminist thinkers that focussing on semiotics in the feminist study. Kristeva's semiotics concept is being used to analyze the gender discourse in the visual art works since the logic behind visual art medium is the logic of sign, symbol, and visual language. This study wants to explore three main points, as follows: First, the gender discourse in the visual art medium. Second, Julia Kristeva's semiotics concept. Finally, this study hopes to find an analysis on the gender discourse in visual art medium using Kristeva's semiotics concept as its tool. The material object of this study is the gender discourse in visual art medium written in many literatures, such as curatorial essay and scholarly writings. The formal object of this study is Julia Kristeva's semiotics concept. This study uses literature study both primarily and secondary. This study is being done by doing data inventory, data classification, data analysis, and data forming. Data analysis is being done by doing interpretation, internal coherence, heuristic, and description. The writer also makes critical reflection on the findings. The result of this study shows that unconsciousness effects the choice of medium. Kristeva states that there are differences between the unconsciousness of woman and man. Thus, there are some differences between the working medium of woman and man artists. One of the main example of the differences between woman and man's medium choice effected by the unconsciousness is the woman choice to use domestic medium after being a mother. According to Kristeva, it is linked with maternal thinking. Kristeva states that some artists even freely choose to use medium which is identical to the feminity as their struggle to against masculine visual language also as a trial to modify the language.

Kata Kunci : Medium, Seni Rupa, Gender, Semiotika, Psikoanalis/Medium, Visual Art, Gender, Semiotics, Psychoanalysis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.