Laporkan Masalah

PERBANDINGAN PEMBERIAN RINGER LAKTAT 1000 CC PADA SUHU 40 derajat C DENGAN RINGER LAKTAT 1000 CC PADA SUHU KAMAR DALAM MENCEGAH SHIVERING PADA WANITA HAMIL YANG DILAKUKAN SECTIO CAESAREA DENGAN TEHNIK ANESTESI SPINAL

ADI HIDAYAT, Dr. dr. Yusmein Uyun, Sp An, KAO.; Dr. dr Sri Rahardjo, Sp An, KAO, KNA, NCC

2018 | Tesis-Spesialis | SP ILMU ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI

Latar belakang : Shivering perioperatif selama anestesi spinal merupakan komplikasi yang sering terjadi pada operasi sectio sesaria karena vasodilatasi perifer akibat blok simpatis dan irigasi cairan dingin. Meningkatnya tonus otot yang tampak sebagai shivering akan meningkatkan kebutuhan oksigen antara 200-800% dan produksi karbondioksida meningkat antara 300-500% diatas nilai dasarnya. Hal ini akan dapat berbahaya bagi pasien dengan kondisi fisik tidak optimal. Karena itu shivering harus segera dicegah atau diatasi. Tujuan : Mengetahui perbandingan kejadian shivering antara pemberian cairan ringer laktat 1000 cc suhu 40 derajat C dengan Ringer laktat 1000 cc dengan suhu kamar pada operasi Sectio Sesaria yang dilakukan spinal anestesi.. Metode : Subjek penelitian ini sebanyak 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan dilakukan secara double blind randomized control trial. Sebelum dilakukan spinal anestesi, kelompok A diberikan pemberian ringer laktat 1000 cc pada suhu 40derajat C, kelompok B diberikan pemberian ringer laktat 1000 cc pada suhu kamar. Dilakukan pengukuran suhu tubuh setelah dilakukan pemberian cairan dan dinilai adanya shivering atau tidak di ruang pemulihan. Hasil : Didapatkan kejadian shivering pada kelompok A yaitu sebanyak 2 pasien (3,9 %) dan kejadian shivering pada kelompok B yaitu sebanyak 8 pasien (15,7 %). Di dapatkan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (P <0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna kejadian shivering pada kelompok yang diberikan ringer laktat 1000 cc dengan suhu 40derajat C dibandingkan kelompok yang diberikan ringer laktat 1000 cc pada suhu kamar.

Background: Shivering during spinal anesthesia is a common complication in cesarean surgery caused by peripheral vasodilatation due to sympathetic block and fluid cold irrigation. Increased muscle tone which seemed as shivering will increase 200-800% oxygen requirement and carbon dioxide production increased of 300-500% above the baseline. This will be dangerous for patients with not optimal physical condition. Therefore, shivering should be prevented immediately. Objective: To comparing shivering incident between 1000 cc ringers lactate administration at 40 derajat C and 1000 cc ringers lactate administration at room temperature in cesarean surgery with spinal anesthesia. . Methods: The study subject was 102 patients who met the inclusion criteria and conducted a double-blind randomized control trial. Before spinal anesthesia, group A was given 1000 cc ringer's lactate at 40 derajat C, group B was given 1000 cc ringer's lactate at room temperature. After fluid administration the body temperature was measured and shivering was assessed in the recovery room. Results: the shivering incidence in group A of 2 patients (3.9%) and the shivering incidence in group B of 8 patients (15.7%). There was a significant difference between the two groups (P <0.05). Conclusions: There are significant differences in the incidence of shivering in the 1000 cc ringer's lactate at 40 derajat C administration group compared to the room temperature group.

Kata Kunci : infus yang dihangatkan, shivering, sectio sesarea, anestesi spinal, infusion heated, shivering, cesarean delivery, spinal anesthesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.