Analisis Efisiensi Produksi Karkas Dengan Data Envelopment Analysis (DEA) (Studi Pada Rumah Potong Ayam Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta)
ALFINA AMALIA HAIDI, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE.; Dr. Nafis Khuriyati, STP., M.Agr.
2018 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANRumah potong ayam (RPA) merupakan pihak yang menyediakan daging ayam untuk kebutuhan konsumen mulai dari penjualan livebird (sebagai pedagang ayam) hingga menyediakan layanan pemotongan. Sebagai tempat yang memproduksi karkas, RPA di Kabupaten Sleman dituntut mampu bekerja lebih produktif dan efisien di tengah meningkatnya permintaan dan kebutuhan daging ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan sumberdaya yang digunakan dalam memproduksi karkas pada RPA, menganalisa dan mengevaluasi tingkat efisiensi teknis murni (lokal) serta menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya inefisiensi pada unit RPA. Pengukuran efisiensi unit RPA dilakukan dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yakni suatu metode non parametric yang menggunakan dasar linier programming untuk mengevaluasi dan menghasilkan solusi optimal bagi unit-unit RPA. Data dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan model optimasi BCC (Banker, Charnes, Cooper) yang berorientasi output dan diolah dengan menggunakan software Windows for DEAP (Win4DEAP) yang menghasilkan hasil perhitungan berupa nilai efisiensi, nilai slack, dan nilai proyeksi. Dari hasil olah data terhadap 21 DMU diperoleh DMU inefisien sebesar 42,85% sedangkan 57,15% merupakan DMU efisien. Berdasarkan perhitungan dengan model BCC-Output juga diperoleh nilai efisiensi terendah yakni 0,916 (RPA-13), nilai efisiensi tertinggi yakni 0,998 (RPA-17), dan nilai rerata efisiensi teknis murni (lokal) sebesar 0,988. Nilai tersebut menunjukan bahwa 5 RPA dari 9 RPA inefisien memiliki manajemen yang lebih buruk dari 4 RPA inefisien lainnya. Faktor yang mempengaruhi inefisiensi pada unit RPA antara lain pemakaian jumlah tenaga kerja, jam kerja mesin, pemanfaatan luas area produksi, biaya bahan bakar, dan biaya listrik.
Chicken slaughterhouse (RPA) is a party that provides chicken meat for consumer needs from livebird sales (as livebird traders) to provide cutting services. As a place that produces carcasses, RPA in Sleman Regency are demanded to be able to work more productively and efficiently amid the increasing of demand and needs of chicken meat. This research aims to analyze the utilization of resources used in producing carcasses in RPA, analyze and evaluate pure technical efficiency (local) level and analyze factors that affect inefficiency of RPA units. The efficiency measurement of RPA units has been done by using Data Envelopment Analysis (DEA) which is a non-parametric method based on linier programming to evaluate and generate optimal solution for RPA units. The data in this research counted by using BCC (Banker, Charnes, Cooper)-optimation model that is output oriented and processed by using Windows for DEAP software (Win4DEAP) that resulted efficiency, slack, and projection scores. From data processing of 21 DMUs are obtained inefficient DMUs of 42,85% meanwhile 57,15% are efficient DMUs. Based on BCC-Output model calculation also resulted the lowest efficiency score is 0,916 (RPA-13) and the highest efficiency score is 0,998 (RPA-17) and the average score of pure technical efficiency (local) is 0,988. The scores showed that 5 RPAs of 9 are ineficient RPAs have worse management than 4 other inefficient RPAs. The factors affecting inefficiency of RPA units are use of labor, machine working hours, use of production area, fuel cost, and electricity cost.
Kata Kunci : BBC-Output, Data Envelopment Analysis, karkas, pengukuran efisiensi, Rumah Potong Ayam