Laporkan Masalah

Kapasitas Infiltrasi Pada Berbagai Kelas Kerapatan Tajuk di DTA Rahtawu Kabupaten Wonogiri RPH Jati, BKPH Baturetno, KPH Surakarta

QOMAT BENTAR KUMBARA, Dr.Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S.

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Daerah Tangkapan Air (DTA) Rahtawu merupakan bagian DAS yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air yang mengaliri bagian tengah dan hilir. Vegetasi pada DTA Rahtawu berupa Pinus (Pinus merkusii) dengan dominasi tegakan Pinus tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kapasitas infiltrasi pada berbagai kelas kerapatan tajuk, mengetahui hubungan kapasitas infiltrasi dengan kerapatan tajuk, dan mengetahui hubungan BV dengan kapasitas infiltrasi. Pengukuran kapasitas infiltrasi dilakukan di DTA Rahtawu dengan menggunakan alat double ring infiltrometer pada berbagai kelas kerapatan tajuk. Pengambilan data vegetasi dilakukan pada petak ukur 20 x 20 m. Pengambilan sampel tanah tidak terusik dilakukan menggunakan ring sample kemudian dioven hingga konstan dan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai BV. Hasil penelitian pada berbagai kelas kerapatan tajuk adalah sebagai berikut. Pada tanah terbuka rerata kapasitas infiltrasi 56 mm/jam yang termasuk dalam kelas sedang dengan BV tanah 1,31 g/cm3. Pada tajuk ringan rerata kapasitas infiltrasi 126 mm/jam yang termasuk dalam kelas cepat dengan BV tanah 1,003 g/cm3. Pada tajuk sedang rerata kapasitas infiltrasi 324 mm/jam yang termasuk dalam kelas sangat cepat dengan BV tanah 0,91 g/cm3. Pada tajuk rapat rerata kapasitas infiltrasi 60 mm/jam yang termasuk dalam kelas sedang dengan BV tanah 1,9/cm3, Kelas kerapatan pada area yang terdapat tegakan cenderung memiliki nilai kapasitas infiltrasi lebih besar dibandingkan dengan nilai kapasitas infiltrasi pada area yang tidak terdapat tegakan.

Rahtawu Water catchment area (DTA) is a part of the watershed that have an important role in the fulfillment of water needs flowing down the center and downstream. The vegetation on Rahtawu DTA is Pinus (Pinus merkusii) with the dominance of Old Pine stands. The purpose of this research is to know the value of infiltration capacity in various grades of crown density, to know the correlation of infiltration capacity with crown density, and to know the relationship of BV with infiltration capacity. Infiltration capacity measurements performed in the DTA Rahtawu by using double ring infiltrometer on various classes of canopy density. Vegetation data retrieval is done on a plot of 20 x 20 m. Undisturbed soil sampling conducted using a sample ring then put into oven until constant and do calculations to get the value of BV. Results of research on the various classes of canopy density is as follows. In the open ground infiltration capacity averages 56 mm / h that are included in the moderate class with 1,31 g / cm3 of soil BV. In the light canopy infiltration capacity averages 126 mm / h that are included in the quick class with 1,003 g / cm3 of soil BV. In the medium canopy infiltration capacity averages 324 mm / h that are included in the very quick class with 0,91 g / cm3 of soil BV. In the dense canopy infiltration capacity averages 60 mm / h that are included in the moderate class with 1,9 / cm3 of soil BV. Infiltration capacity in areas with stands is tend to be larger than the infiltration capacity in the area without the stand.

Kata Kunci : DTA, double ring infiltrometer, kapasitas infiltrasi, berat volume


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.