Zonasi Alterasi Hidrotermal Pada Endapan Tembaga-Emas Porfiri Berdasarkan Pemetaan Permukaan dan Eksplorasi Geofisika di Prospek Berambang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
ANDI FAESAL, Dr. Arifudin Idrus, S.T., M.T.
2018 | Tesis | S2 Teknik GeologiLokasi penelitian berada di Desa Berambang, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah Berambang di dominasi oleh batuan vulkanik yang terdiri dari batuan Vulkanik dasitik, breksi diatrema, dan intrusi diorit. Daerah Berambang menunjukkan alterasi dalam bentuk alterasi potasik, propilitik, argilik lanjut, dan dan argilik dimana di beberapa tempat disertai dengan piritisasi dan struktur stockwork, tipe mineralisasi di daerah ini adalah tipe tembaga-emas porfiri. Proses hidrotermal pada fase tertentu akan menghasilkan kumpulan mineral tertentu tergantung dari temperatur dan pH fluida dan disebut sebagai himpunan mineral (Corbett dan Leach, 1996). Zona alterasi potasik (kuarsa-biotit-aktinolit-magnetit), zona klorit-epidot-kalsit (disebandingkan dengan zona propilitik), zona kuarsa-alunit-andalusit (disebandingkan dengan zona argilik lanjut) dan zona kaolinit-illit-smektit (disebandingkan dengan zona argilik) Pada zona alterasi potasik terdapat mineral yang memiliki respon anomali yang kuat terhadap magnetik karena adanya mineral oksida magnetit (Fe2O3). Mineral sulfida seperti pirit (FeS2) dan kalkopirit (CuFeS2) juga akan memberikan respon anomali signifikan yang memiliki kelimpahan 2-5% di zona potasik. Pada zona alterasi propilitik dicirikan mineral klorit, kalsit dan epidote yang tidak memberikan respon anomali magnetik, keberadaan mineral pirit, hematit dan kalkopirit yang memiliki kelimpahan sekitar 1% akan memberikan sedikit anomali pada zona propilitik. Zona alterasi argilik lanjut yang dicirikan mineral andalusit, alunit dan kuarsa tidak akan memberikan anomali magnetik. jarangnya mineraliasi di zona ini memberikan dampak anomali yang tidak signifikan. Zona argilik yang dicirikan mineral illit, kaolinit dan smektit tidak akan memberikan dampak anomali magnetik, sangat jarangnya mineralisasi pada zona argilik sehingga anomali magnetik tidak signifikan. Pada floating Euler 3D menunjukkan sumber anomali dari kedalaman 0 meter sampai kedalaman lebih dari 400 meter.
The research sites are located in the village of Berambang, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This area was dominated by volcanic rocks composed of dasitic volcanic rock, diatrema breccia, and diorite intrusion. Berambang area shows alteration in the form of potassic, propylitic, argillic, and argillic alterations where in some places accompanied by pyritisation and stockwork structure, the type of mineralization in this area is a porphyry copper-gold type. Hydrothermal processes in certain phases will produce a specific set of minerals depending on the temperature and pH of the fluid and are referred to as the mineral set (Corbett and Leach, 1996).Potassic alteration zone (quartz-biotite-actinolite-magnetite), chlorite-epidote-calcite zone (compared to the propylitic zone), quartz-alunite-andalusite zone (compared with advanced argillic zone) and kaolinite-illite-smectite zone (compared to zones argillic). In the potasic alteration zone there are minerals that have a strong anomaly response to the magnetic due to the presence of oxide minerals magnetite (Fe2O3). Mineral sulfides such as pyrite (FeS2) and chalcopyrite (CuFeS2) will also provide significant anomalous responses that have an abundance of 2-5% in the potassic zone. In a propylitic alteration zone characterized by chlorite, calcite and epidote minerals that do not respond to magnetic anomalies, the presence of pyrite minerals, hematites and chalcopyrite with abundance of around 1% will provide some magnetic anomaly in the propylitic zone. As for advanceargillic alteration zones characterized by mineral andalusite, alunite and quartz, there will not be any magnetic anomalies, the phenomena was due to the rarity of mineralization in this zone gives an insignificant anomalous impact. Meanwhile, for the argillic zone characterized by mineral illite, kaolinite and smectite will not have anomalous magnetic impact, very rare mineralization in the argillic zone so that the magnetic anomaly is not significant. From the floating Euler 3D shows an anomalous source from a depth of 0 meters to a depth of more than 400 meters.
Kata Kunci : porfiri, alterasi, potasik, hidrotermal, stockwork, Euler, Berambang