PENYEBARAN TABLET PCC DI KENDARI SULAWESI TENGGARA DALAM PERSPEKTIF UTILITARIANISME
NANDA RIAS PUTRI, Prof. Dr. Lasiyo, MA, MM / Dr. Ridwan Ahmad Sukri
2018 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATPenelitian ini bertujuan untuk memberikan pandangan etis dalam perspektif etika utilitarianisme terhadap kasus penyebaran tablet PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara. Latar belakang penelitian ini karena kasus penyebaran tablet PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi fenomena aktual yang mencuat di publik dan telah menyebabkan banyak korban berusia anak-anak dan remaja yang sejatinya merupakan generasi penerus bangsa. Etika utilitarianisme, sebagai etika konsekuensialis yang mementingkan hasil, dipilih sebagai sudut pandang untuk melihat tindakan pelaku penyebaran tablet PCC yang telah merugikan masyarakat. Penelitian ini menggunakan model penelitian filsafat tentang kasus aktual. Objek material penelitian ini adalah kasus penyebaran tablet PCC, dan objek formal penelitian adalah etika utilitarianisme. Penelitian ini berjalan dengan empat tahap, yakni inventarisasi, klasifikasi, analisis, dan evaluasi kritis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tiga unsur metodis, verstehen, interpretasi, dan induktif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pada fenomena ini masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara masih kurang memahami bahwa sebenarnya tablet PCC memiliki kandungan yang membahayakan. Masyarakat masih berpatokan pada kebahagiaan fisik yang bisa membawa menuju kebahagiaan. Kedua, utilitarianisme adalah aliran etika yang menitikberatkan pada kebermanfaatan. Utilitarianisme memiliki tiga prinsip utama, yakni prinsip manfaat, prinsip manfaat terbesar, dan prinsip terbesar untuk banyak orang. Ketiga, penyebaran tablet PCC yang terjadi di Kendari bertentangan dengan nilai utilitarianisme. Kebahagiaan yang harus di wujudkan yaitu perasaan senang dan kebebasan dan perasaan sakit. Pada kasus penyebaran tablet PCC yang di lakukan oleh pelaku di Kendari, justru perasaan sakit tidak dapat terhindarkan.
The research aims to give a utilitarian ethical insight toward the case of PCC tablet deployment in Kendari, Southeast Sulawesi. The background of this research is because the case of PCC tablet deployment in Kendari, Southeast Sulawesi has become an actual phenomenon that is sticking out in the public and has caused many victims of children and teenagers who are actually the next generation of the nation. The ethics of utilitarianism, as a consequentialist ethic, is chosen as a point of view to see the act of perpetrators of the spread of PCC tablets that have harmed the public. The research uses actual cases model of philosophical research. The subject matter of the research is PCC tablet deployment, and perspective of the research is utilitarianism ethics. The research has four steps that are inventorying, classification, analysing, and critical evaluation. For dataanalysing needs, the research uses four methodise unsure, verstehen, interpretative, and inductive. The result of the research is following: First, in this phenomenon, the people of Kendari City, Southeast Sulawesi still do not understand that the actual tablet PCC has a dangerous content. Society is still based on the physical happiness that can lead to happiness. Second, utilitarianism is a flow of ethics that focuses on usefulness. Utilitarianism has three main principles, namely the principle of benefit, the principle of greatest benefit, and the greatest principle for many. Third, the spread of PCC tablets that occurred in Kendari contradicts the value of utilitarianism. The happiness that must be realized is a feeling of joy and freedom and pain. In the case of PCC tablet deployment performed by the perpetrators in Kendari, the feeling of pain can not be avoided.
Kata Kunci : obat palsu, tablet PCC, etika utilitarianisme / counterfeit drugs, PCC tablets, utilitarian ethics