MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK SUSU SEGAR DI KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH
KRISNAWATI, Dr. Kuncoro Harto Widodo, STP., M.Eng ; Dr. Jumeri, STP., M.Si
2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANSusu segar memiliki karakteristik perishable (mudah rusak) sehingga diperlukan penanganan yang tepat dari proses pemerahan hingga pengolahan. Proses penanganan yang tidak tepat menjadikan susu mudah tercemar oleh bakteri sehingga menyebabkan susu memiliki umur simpan yang pendek dan kualitas susu menurun. Selain itu, rendahnya produksi susu di tingkat peternak juga menjadi penyebab turunnya kuantitas susu. Produksi susu yang rendah akan mempengaruhi ketersediaan jumlah pasokan dari hulu sampai hilir yang dapat memberikan dampak pada tidak terpenuhinya kuantitas permintaan susu. Berdasarkan penelusuran penulis, pemetaan risiko rantai pasok susu di Kabupaten Boyolali yang merupakan penghasil susu terbesar di Jawa Tengah belum dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko untuk mengelola risiko sepanjang rantai pasok susu segar melalui identifikasi risiko hingga penyusunan mitigasi risiko. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis model aliran rantai pasok susu dan risikonya lalu menyusun risk treatment serta mitigasi risiko. Penelitian menggunakan panduan dari ISO 31000:2009 dalam menganalisis risiko rantai pasok susu segar yang terdiri dari identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko dan mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan convenience sampling dan snowball sampling melalui indepth interview kepada risk owner. Indepth interview digunakan untuk mendapatkan informasi tentang aliran rantai pasok susu, risiko yang ada pada rantai pasok susu, risk treatment dan mitigasi risiko pada setiap tier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 model aliran rantai pasok susu di Kabupaten Boyolali. Total risiko yang ada pada rantai pasok susu segar dari hulu hingga hilir sebanyak 27 risiko dengan 13 risiko yang dilakukan mitigasi. Mitigasi risiko yang diberikan pada rantai pasok susu antara lain yaitu perlunya peran pemerintah melalui dinas peternakan untuk memberikan wawasan mengenai pemeliharaan sapi hingga pelayanan kesehatan sapi, penjadwalan maintenance di KUD, kesepakan antara KUD dan industri dalam hal jumlah pasokan yang dikirimkan, serta kontrol kualitas bahan baku yang akan diterima di industri.
Fresh milk has perishable characteristics so that proper handling is needed from milking to the processing step. Improper milk handling process can cause bacterial contamination shorting its shelf life and lowery its quality. Besides, low milk productivity at farmer level also causes of milk quantity decreasing. Low milk production will effect to total availability of milks supply from upstream to downstream which has an impact on fulfillment of milk demand. Based on author searching, risk mapping of milks supply chain in Boyolali regency which as the biggest milk producer in the Central Java, has not been done. Therefore, risk management is required to manage risk along fresh milk supply chain through risk identification to risk mitigation. This research aimed to analyze the flow model of milks supply chain and it risks then arranges risk treatment and risk mitigation. This research used guidance of ISO 31000:2009 for risk analysis of dairys milk supply chain which consists of risk identification, risk analysis, risk evaluation and risk mitigation. The research method used was convenience sampling and snowball sampling through in-depth interview to risk owner. In-depth interview was used to get information about the flow of milks supply chain, the risks which exist in the milks supply chain, risk treatment and risk mitigation for every tire. The results showed that there were 5 tire models of milk supply chain in Boyolal regency. Total risks in supply chain from upstream to downstream was 27 risks with 13 risks arranged by mitigation action. Mitigation actions were given to milk supply chain with the role of the government through livestock department to given knowledge about nourish until health services of dairy farm, maintenance scheduling in KUD, agreement between KUD and industry in terms of the quantity of supplies delivered, and quality controlling of raw material which will be accepted in the industry.
Kata Kunci : ISO 31000:2009, mitigasi risiko, rantai pasok, susu segar