Komunikasi Pemasaran Produk AirKU(Studi Kasus Praktik Komunikasi Pemasaran produk AirKU Periode 2014 - 2017)
DIANITA WAHYU PUTRI, Adam W Sukarno, S.IP, M.A
2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASISaat ini banyak produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia, dan kebanyakan dari produk tersebut adalah milik asing. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mencapai 91,04 liter per kapita per tahun (Mandiri, 2015). Dari angka tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi air minum masyarakat kini mulai banyak yang berubah dari memasak air tanah hingga memiliki gaya hidup praktis dan cepat. AirKU ini merupakan produk AMDK lokal yang menggunakan sumber daya air yang ada di Kulon Progo dan berada dibawah pengawasan dan kendali langsung dari PDAM Tirta Binangun Kulon Progo. PDAM Tirta Binangun ini diberi wewenang oleh pemerintah untuk menjadi aktor utama dalam penjualan produk AirKU. Penelitian ini akan melihat bagaimana komunikasi pemasaran dari produk AirKU yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tahun 2014-2017. Hal tersebut dikarenakan belum terpenuhinya target penjualan produk AirKU mengingat keberadaan produk ini yang sudah cukup lama yakni sejak tahun 2013 dan adanya peningkatan setiap tahunnya. Selain itu, terjadi peningkatan yang cukup tinggi dari tahun 2014 hingga 2017. Komunikasi pemasaran itu sendiri berguna untuk memberikan informasi, mempengaruhi, dan meyakinkan masyarakat akan suatu produk. Masyarakat yang telah mengetahui produk, selanjutnya akan terpengaruhi, dan yakin akan produk AirKU ini sehingga permintaan akan meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus karena dianggap sebagai penelitian yang mendalam (intens) yaitu membutuhkan penggalian mendalam terhadap fakta dan data. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah PDAM Tirta Binangun selaku pelaku usaha produk AMDK AirKU menggunakan langkah-langkah komunikasi pemasaran serta diikuti dengan implementasi sebagian dari bauran pemasaran yang disediakan, yaitu iklan, publisitas, event dan experience, penjualan perorangan, pemasaran dari mulut ke mulut, dan pemasaran langsung.
Currently, lots of packaged drinking water products are distributed in Indonesia, and most of them are foreign owned. The packaged drinking water products in Indonesia have reached 91.04 liters per capita per year (Mandiri, 2015). Those numbers show that the packaged drinking water consumption patterns of the community are now starting to change a lot from boiling groundwater to having a practical and fast lifestyle. AirKU is a locally packaged drinking water product which uses water resources in Kulon Progo and is under the direct supervision and control of PDAM Tirta Binangun Kulon Progo. PDAM Tirta Binangun is authorized by the government to become the major actor in the sale of AirKU product. This research is going to see how the marketing communication of AirKU product is conducted by Kulon Progo Regency Government 2014-2017. This is due to the unfulfilled sales target of the product, considering the existence of this product that has been long enough since 2013 and has an increase every year. In addition, there is a fairly high increase from 2014 to 2017. The marketing communication itself is useful to provide information, persuade, and convince the public of a product. People who have already known the product will then be persuaded and convinced of this AirKU product so that the demand will increase. The method used in this research is a case study because it is considered as an in-depth research (intens) which requires deep digging of facts and data. The results found in this research are Tirta Binangun PDAM as the business actor of the packaged drinking water AirKU product uses marketing communication steps, followed by the implementation of some of the marketing mix provided which are advertising, publicity, event and experience, individual sales, word of mouth marketing, and direct marketing.
Kata Kunci : komunikasi pemasaran, AMDK AirKU