Pemetaan Kerentanan Gerakan Massa dengan Metode Regresi Logistik Daerah Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
BUDI FERIZQIANTO DIANA PUTRA, Dr. Agung Setianto, S.T., M.Si.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIGerakan massa merupakan salah satu bencana alam yang bisa dijumpai di daerah perbukitan di Indonesia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, perbukitan terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo. Kecamatan Gedangsari di Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu daerah berbukit yang rentan terhadap bencana gerakan massa. Dalam rangka mengurangi dampak bencana gerakan massa, salah satu upaya mitigasinya ialah dengan pembuatan peta kerentanan. Pembuatan peta kerentanan gerakan massa dapat dilakukan dengan metode pemetaan langsung dan pemetaan tidak langsung. Salah satu metode tidak langsung ialah dengan metode regresi logistik. Pengaplikasian metode ini ialah dengan menghimpun data titik kejadian massa dan diolah untuk mengetahui hubungan antara kejadian gerakan massa dengan parameter pemicu gerakan massa. Pada penelitian ini digunakan enam parameter yaitu kemiringan lereng, litologi, jarak dari sesar, tata guna lahan, tingkat pelapukan, dan kedalaman muka airtanah. Keenam faktor tersebut dianalisis menggunakan metode regresi logistik untuk mengeliminasi parameter yang kurang signifikan terhadap kejadian gerakan massa di daerah penelitian. Analisis regresi logistik akan menghasilkan nilai B dan konstanta yang nantinya digunakan untuk menghitung probabilitas gerakan massa. Hasil dari perhitungan probabilitas menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri atas zona kerentanan rendah dengan pelamparan sekitar 25 %, zona kerentanan menengah 54 % dan zona kerentanan tinggi dengan pelamparan 21 %. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa hasil peta kerentanan gerakan massa dengan metode regresi logistik ini memiliki nilai akurasi 82 % atau memuaskan.
Mass movement has been one of the most frequent disaster happened in Indonesia hillside. In Yogyakarta, one of the mountainous area is in Gedangsari, Gunung Kidul, thus this area is prone to mass movement. To mitigate the impact of mass movement in this area, a mass movement susceptibility assessment needs to be carried out. It can be done by using direct and indirect method. Logistic regression is one of the indirect method. Field observation was conducted to collect previous mass movement data as dependent variable. Data of slope angle, lithology, landuse, fault, and groundwater condition were collected too as independent variables. The relationship between independent and dependent variables was analyzed using Logistic Regression method. The study area was classified into low, moderate and high mass movement susceptibility zone. A 25 % area of the study area was classified as a low susceptibility of mass movement, 54 % was classified as a moderate susceptibility of mass movement, and 21 % was classified as a high susceptibility of mass movement. The result of validation showed that this method has 82 % prediction accuracy that it can be used for mass movement mitigation in the future.
Kata Kunci : Peta Kerentanan, Gerakan Massa, Regresi Logistik