Laporkan Masalah

Analisis Proses Gasifikasi Serbuk Biomassa Berdasarkan Rasio Pengumpanan Udara dan Bahan Bakar Menggunakan Biomass Powder Gasifier Tipe Siklon

ANEKA HASPETRA, Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr ; Sri Markumningsih, S.TP., M.Sc

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Bahan bakar fosil yang mulai langka membuat peneliti berupaya mengembangkan energi alternatif salah satunya gasifikasi hasil sampingan pertanian. Pada peneltian sebelumnya proses gasifikasi belum optimal dan terlalu banyak menghasilkan zat sisa. Faktor yang mempengaruhi gasifikasi diantaranya adalah rasio pengumpanan udara dan bahan bakar. Untuk itu perlu ditentukan rasio pengumpanan udara dan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio pengumpanan udara dan bahan bakar yang menghasilkan efisiensi tertinggi. Penelitian dilakukan dengan enam variasi rasio pengumpanan udara yaitu 0,49; 0,74; 0,98; 1,47; 1,49 dan 2,23. Gas hasil proses gasifikasi dibakar dan diamati suhu pembakaran serta lama penyalaannya. Selama pembakaran diletakkan wadah berisi air di atas nyala api untuk diambil data suhu dan beratnya yang dijadikan dasar perhitungan nilai energi yang dihasilkan dari proses gasifikasi. Nilai energi yang didapat kemudian dibandingkan dengan nilai energi teoritis bahan untuk menghitung efisiensi konversi energi pada proses gasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio pengumpanan udara dan bahan bakar sebesar 2,23 menghasilkan konversi energi terbaik. Nilai kalor yang dihasilkan sebesar 760,48 KJ dengan efisiensi sebesar 5,51 %.

This research was done to develop gasification product of agriculture as one of the alternative energy. It need to develop due to the scarcity of fuel. In the previous studies, gasification process has not been optimal and produce too much waste substances. Gasification process is affected by ratio of air and fuel feed. So that the ratio of air and fuel need to be determined. This research aimed to determine the ratio of air and fuel feeds to produce the highest efficiency. This study was conducted with six variations of air feed ratio of 0.49; 0.74; 0.98; 1.47; 1.49 and 2.23. Gas product from gasification process was burned. Then, the combustion temperature and the burning time are observed. Container of water is placed on the flame during the combustion. Temperature and weight data taken as the basis for calculating the energy value generated from the gasification process. The obtained energy value was compared with the theoretical energy value of the material to calculate the energy conversion efficiency of the gasification process. The results of this study indicate that the value of air and fuel feed ratio of 2.23 produces the best energy conversion. The resulting calorific value is 760.48 KJ with an efficiency of 5.51%.

Kata Kunci : biomass powder gasifier, sekam padi, gasifikasi, air fuel ratio / biomass powder gasifier, rice husk, gasification, air fuel ratio


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.