Laporkan Masalah

PERAN KAUM MUDA KOTAGEDE : KONSERVASI DAN REGENERASI KELANGSUNGAN USAHA KREATIF PERAK

ELIZABETH WIDYA NIDIANITA, Dewi Cahyani Puspitasari S. Sos., M.A.

2018 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Usaha kreatif perak Desa Jagalan dimulai sejak abad ke 16 dan 17 serta mencapai masa kejayaan pada tahun 1910 dan pada era 1970-1980. Namun pasca rentetan peristiwa seperti Krisis Moneter tahun 1998, Bom Bali tahun 2002 dan Gempa Bumi tahun 2006 jumlah pengrajin perak terus menurun, sehingga pengrajin enggan mewariskan keterampilan yang dimiliki pada generasi penerus. Kemudian respon dan strategi kaum muda Jagalan dalam mengaplikasikan konsep 3T (talent, technology and tolerance) terhadap keberlangsungan usaha kreatif kerajinan perak Kotagede di Desa Jagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam respon dan strategi serta ragam inisiatif, ide dan gagasan kaum muda dalam gerakan konservasi sebagai upaya regenerasi pengrajin untuk keberlangsungan usaha kreatif kerajinan perak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisa deskriptif. Hal tersebut bertujuan untuk menggambar fenomena sosial di Desa Jagalan terkait upaya regenerasi pengrajin perak oleh kaum muda. Respon kaum muda diwujudkan dengan merintis gerakan konservasi dan strategi mewujudkan upaya regenerasi. Penelitian ini pertama mendiskusikan mengenai kaum muda sebagai aktor dengan potensi dan kapasitasnya sebagai agen perubahan, mulai dari motivasi, kapasitas, proses, ruang hingga implementasi melalui gerakan konservasi dan upaya regenerasi pengrajin perak Desa Jagalan. Hal tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan secara berkesimbungan mulai tahun 2013 dengan pemetaan potensi Desa Jagalan hingga tahun 2017 Jalan Sehat. Kemudian kedua mendiskusikan mengenai gerakan konservasi sebagai upaya regenerasi yang diimplementasikan melalui respon dan strategi penerapan konsep 3T (Talenta, Toleransi dan Teknologi) secara kolaboratif. Talenta berkaitan dengan latar belakang keluarga, lingkungan sosial dan akses pendidikan kaum muda; toleransi merupakan keterbukaan dalam yang berinteraksi dengan beragam pihak serta teknologi berkaitan dengan penggunaan sarana teknologi guna pemasaran dan publikasi. Output berupa ragam inisiatif, ide dan gagasan dari yang diwujudkan ke dalam 6 (enam) aspek dan salah satunya kegiatan Jagalan Tlisih Kampung.

Creative efforts silver Jagalan Village started since the 16th century and 17 and reached the heyday in 1910 and in the era 1970-1980. But after a series of events such as the Monetary Crisis in 1998, the 2002 Bali Bombing and the 2006 Earthquake the number of silversmiths continued to declining, making artisans reluctant to pass on the skills possessed to future generations. Then the response and strategies of youth Jagalan in applying the concept of 3T (talent, technology and tolerance) to the sustainability of creative business of Kotagede silver handicraft in Jagalan Village. This study aims to determine the range of responses and strategies as well as the variety of initiatives, ideas and ideas of youth in the conservation movement as an effort to regenerate artisans for the sustainability of creative silver handicraft business. This research uses qualitative research method and descriptive analysis. It aims to draw a social phenomenon in Jagalan Village related to the regeneration efforts of silver artisans by young people. The response of young people is realized by pioneering the conservation movement and the strategy of realizing regeneration efforts. This study first discusses young people as actors with their potential and capacity as agents of change, ranging from motivation, capacity, process, space to implementation through the conservation movement and regeneration efforts of Jagalan silver artisans. This is realized in various activities continuously starting in 2013 with the potential mapping of Jagalan Village until 2017 Green Walk. Then the second discusses the conservation movement as regeneration efforts implemented through the response and strategy of applying the concept of 3T (Talenta, Tolerance and Technology) collaboratively. Talents relate to family background, social environment and youth education access; tolerance is an openness in which interact with various parties and technology related to the use of technology facilities for marketing and publication. Output is a variety of initiatives, ideas which are realized into 6 (six) aspects and one of the activities Jagalan Tlisih Kampung. Keywords : Youth, 3T (Talent, Tolerance, Technology), Silver Artisans, Conservation, Regeneration.

Kata Kunci : Kata Kunci : Kaum Muda, 3T (Talenta, Toleransi, Teknologi), Kerajinan Perak, Konservasi, Regenerasi / Keywords : Youth, 3T (Talent, Tolerance, Technology), Silver Artisans, Conservation, Regeneration


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.