ANALISIS BRAND EQUITY BAKPIA PATUK 75 DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
KIKI HADIYANTI KUSUMA NASUTION, Novita Erma Kristanti, STP., MP. ; Ir. Suharno, M.Eng., M.Eng.Sc.
2018 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANMeningkatnya jumlah wisatawan di Yogyakarta dari tahun 2012 hingga 2016 dengan rata-rata peningkatan 17,93%. Faktor ini menjadi celah untuk membuka peluang bisnis, terutama dibidang industri makanan, yaitu bakpia. Pada tahun 2013 tercatat ada 120 merek dagang bakpia di kampung Pathuk. Salah satu industri bakpia yang ada di Yogyakarta ialah Bakpia Patuk 75. Banyaknya merek dagang bakpia membuat volume penjualan Bakpia Patuk 75 menjadi menurun. Untuk itu, diasumsikan bahwa pengukuran mengenai ekuitas merek perlu dilakukan agar konsumen bakpia aware terhadap Bakpia Patuk 75. Pengukuran brand equity yang dilakukan pada penelitian ini meliputi variabel kesadaran merek, asosiasi merek, dan persepsi kualitas. Pengukuran brand equity dilakukan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) yaitu suatu metode yang membandingkan kinerja dari atribut yang diteliti dengan tingkat kepentingan konsumen. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan pada 85 responden konsumen Bakpia Patuk 75 dengan batasan umur 17-30 tahun. Dari hasil pemetaan Importance Performance Analysis (IPA), diketahui bahwa variabel kesadaran merek dengan atribut 'promosi penjualan produk' dan variabel asosiasi merek dengan atribut 'harga produk terjangkau' berada pada kuadran I yang artinya atribut tersebut memiliki nilai kinerja yang rendah tetapi memiliki nilai kepentingan yang tinggi. Oleh karena itu, atribut 'promosi penjualan produk' dan 'harga produk terjangkau' memiliki prioritas utama yang harus diperbaiki oleh Perusahaan Bakpia Patuk 75.
Yogyakarta is one of Indonesia's main tourism destinations indicated by 17.93% annual increasing visitors rate from 2012 to 2016. This number toursm provides a business opportunity, especially in the food industries, particularly bakpia. In 2013 there was 120 trademarks of bakpia in Pathuk village. One bakpia industry in Yogyakarta is Bakpia Patuk 75. However, due to tight competition, the sales volume of Bakpia Patuk 75 tends to decrease. Thus assume of brand equity is important to be analyzed so, that Bakpia Patuk 75 can survive and compete with other brands. Brand equity was measured on brand awareness and brand association, as well as perceived quality using Importance Performance Analysis (IPA) method. This method compared the measured attribute performance with consumer's interest. Data was obtained using questionnaire for 85 respondents of Bakpia Patuk 75 consumers with a range of 17-30 years of age. Importance Performance Analysis (IPA) mapping showed that brand awareness with attribute 'product marketing promotion' and brand association with attribute 'affordable product price' were classified in quadrant I. This low performance of both attributes should be Bakpia Patuk 75 main priority for improvement.
Kata Kunci : Kata Kunci, Bakpia Patuk 75, Ekuitas Merek, Importance Performance Analysis (IPA)