Empathic Love Therapy untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis pada Wanita Dewasa yang Bercerai
NURHAPSARI W., Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiPerceraian merupakan proses yang penuh dengan pengalaman yang menimbulkan stress. Meski demikian, setiap tahunya angka perceraian di Indonesia semakin meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perceraian menimbulkan depresi dan ketidakbahagiaan yang berpengaruh pada menurunnya kesejahteraan psikologis. Wanita dilaporkan lebih banyak mengalami masalah emosional yang mengarah pada penurunan kesejahteraan psikologis. Kesejahteraan psikologis mersejahwasa upakan kunci agar seseorang dapat berfungsi lebih maksimal. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kesejahteran psikologis wanita yang bercerai dapat ditingkatkan melalui serangkaian pelatihan. Empathic love therapy merupakan sebuah terapi transpersonal yang menggunakan metode psikosintesis untuk lebih mengenal diri sendiri (self) sehingga individu mampu menerima dan memahami dirinya. Empathic love therapy mengembangkan penerimaan dan cinta sehingga mampu menggerakkan potensi yang ada di dalam diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah empathic love Therapy efektif meningkatkan kesejahteraan psikologis pada perempuan yang bercerai. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang wanita dewasa berusia 20-40 tahun yang bercerai dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dan belum menikah lagi. Penelitian ini menggunakan single case design. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala kesejahteraan psikologis Ryff dan skala empathic love. Analisis data menggunakan inspeksi visual dan analisis kualitatif. Hasil menunjukkan ELT efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Divorce is a process fraught with stressful experience. However, every year the number of divorces in Indonesia is increasing. Several studies have shown that divorce leads to depression and unhappiness that resulted in decline of psychological well-being. Divorce women were reported to have emotional problems that lead to poor psychological well-being. Psychological well-being is the key for person to fully function in life. Previous research has shown that psychological well-being in divorced women can be improved through a series of training. Empathic love therapy is a transpersonal therapy that use the psychosynthesis method to get deeper understanding of one�s inner self so that the individual is able to accept and understand themselves. Empathic love therapy develop acceptance and love to bring out the potential that exist within self. This study was aimed to determine whether empathic love therapy could effectively improve the psychological well-being in divorced women. The participants were three adult women, aged 20-40 years who were divorced within the past three years and have not remarried. This study used a single case design. The data was collected using the Ryff psychological well-being scale and the emphatic love scale. Data analysis was conducted via visual inspection as well as qualitative analysis. The results showed that ELT was effective in improving psychological well-being of divorced women.
Kata Kunci : kesejahteraan psikologis, perceraian, psikosintesis, transpersonal.