PENGARUH KEBUTUHAN LAHAN UNTUK PERUMAHAN TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN SAWAH DI KABUPATEN BANTUL
EDWIN RENADA TAUFAN, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Bantul yang merupakan wilayah dengan sektor basis ekonominya adalah pertanian telah mengalami permasalahan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian. Lahan pertanian berubah menjadi lahan perumahan karena dampak dari pertumbuhan penduduk. Semakin tinggi kebutuhan perumahan namun lahan yang tersedia terbatas dapat menyebabkan turunnya daya dukung permukiman suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan lahan untuk perumahan di Kabupaten Bantul dimasa yang akan datang, memetakan daya dukung permukiman dan ketersediaan lahan untuk perumahan, serta mengidentifikasi pengaruh kebutuhan perumahan terhadap perubahan penggunaan lahan pertanian sawah di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui instansi , interpretasi citra Landsat 8, analisis peta tematik. Metode yang digunakan seperti proyeksi penduduk eksponensial digunakan untuk mengetahui prediksi kebutuhan lahan untuk perumahan, perhitungan daya dukung permukiman. digitasi dan overlay peta, serta metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan hasil akhir luasan kebutuhan lahan untuk permukiman di tahun 2020, 2025, dan 2030 dengan Kecamatan Banguntapan memiiliki kebutuhan lahan untuk perumahan paling tinggi. Terdapat tiga daya dukung permukiman di Kabupaten Bantul tahun 2017 yaitu tidak mampu, seimbang, dan mampu yang memiliki pola spasial cenderung mengelompok. Ketersediaan lahan di Kabupaten Bantul di tahun 2017 untuk Kecamatan Sewon, Kasihan, Banguntapan, dan Piyungan sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan lahan untuk perumahan di tahun 2030. Perbandingan penggunaan lahan Kabupaten Bantul tahun 2010 dengan 2017 diketahui bahwa penggunaan lahan permukiman bertambah sebesar 16% yang berasal dari penggunaan lahan sawah irigasi ditahun 2010.
Bantul Regency is region with economic base sector in agriculture. Agriculture has experienced problems land conversion into non-agricultural. Agricultural land is transformed into housing land due to the impact of population growth. The higher on housing requirement, but limited land available cause decrease is carrying capacity of a region. This study aims to find out the need for land for housing in Bantul Regency in the future, mapping the carrying capacity of settlements and the availability of land for housing, and to identify the influence of housing needs on changes in the use of rice fields in Bantul regency. Data collection techniques through agency, Landsat 8 image interpretation, thematic map analysis. The method used such as the exponential population projection is used to find out the prediction of land requirement for housing, calculation of the carrying capacity of settlement. digitization and map overlay, as well as quantitative descriptive methods. This study shows the end result of the needs of land for settlements in 2020, 2025, and 2030 with Banguntapan District has the highest land requirement for housing. There are three carrying capacity of settlements in Bantul Regency in 2017 that is not able, balanced, and capable which has spatial pattern tends to grouping. The availability of land in Bantul Regency in 2017 for Sewon, Kasihan, Banguntapan and Piyungan sub-districts is not sufficient for the land for housing in 2030. Comparison of land use in Bantul Regency in 2010 with 2017 found that the use of settlement land increased by 16% of irrigated land use in 2010.
Kata Kunci : Kebutuhan Perumahan, Daya Dukung Permukiman, Ketersediaan Lahan, Perubahan Penggunaan Lahan, Housing Needs, Resettlement Capacity, Land Availability, Land Use Change