Laporkan Masalah

Sosialisme Indonesia: Elaborasi Bangunan Sosialisme Indonesia Hatta dan D.N Aidit

BAYU SETIANTO, Dra. Ratnawati, S.U.

2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Studi ini berupaya untuk mengungkap dan mengetahui perkembangan sosialisme Indonesia melalui pemikiran politik Mohammad Hatta dan Dipa Nusantara Aidit. Pemikir kiri Indonesia dinilai berkontribusi besar bagi penetapan dasar-dasar baik tata-negara maupun kultur kehidupan masyarakat. Hatta dan Aidit disaat masih aktif dalam kegiatan politik, terlebih sebelum memasuki kemerdekaan, merupakan seorang guru dan murid yang dipertemukan dalam pembelajaran politik dalam organisasi di Menteng Raya 31. Namun, pada akhirnya nanti menjadi lawan politiknya meskipun dalam berbagai hal memiliki kesamaan prinsip tentang kelas sosial dan penindasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif evaluatif yang memungkinkan peneliti untuk memperoleh temuan diantara Hatta dan Aidit yang diarahkan pada latar belakang dan pemikiran politiknya sekaligus menelusuri epifani (titik balik/turning point) dalam kehidupannya. Epifani ini diperlukan agar peneliti tidak buta akan konteks dan setting sosial politik yang mempengaruhi nalar berpikir kedua tokoh. Penelitian ini dikerangkai dengan penjelasan sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang melihat aspek sosio-historis dari perkembangan pemikiran. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa sosialisme Indonesia bagi Hatta dapat dicapai melalui jalan parlementer dan fokus Hatta pada perkembangan ekonomi nasional yaitu melalui koperasi. Namun, Peristiwa Madiun 1948 dan Konferensi Meja Bundar menjadi titik balik politik Hatta. Lalu, Aidit melanjutkan dengan mengangkat komunisme menjadi strategi baru menuju sosialisme Indonesia, hingga akhirnya pecah G30 September. Latar sosio-historis keterlibatan kedua tokoh dalam pergolakan politik nasionalis yang berbeda, menghasilkan perbedaan strategi perjuangan untuk meraih sosialisme Indonesia.

This study tries to examine and understand about Indonesian Socialism by political thingking of Mohammad Hatta and Dipa Nusantara Aidit. Indonesian thinkers left had much contribution to determining about state structure or Indonesian society culture. When Hatta and Aidit active in political activity, especially before the independence day, they are a teacher and student met in political learning of Menteng Raya 31 organisation. However, in the progress they will be the opponent each other although in every matter have principle similarity about social class and againts the oppression. The study used evaluatif descriptive which allow the researcher to obtain research findings between Hatta dan Aidit which directed to know the backgrounds and political thought at once discover epiphany (turning point) in his life. Epiphany is necessary so that the researcher are not blind historical and political context influence the way both of thinking. This research is framed by Mannheim sociology of knowledge that analyzed the socio-historical aspect of the deveopment of thinking. The findings of in this study show that indonesian socialism for Hatta could be reach by parlementarian strategy and Hatta focus on economic national developments with a cooperative. But, Madiun affairs 1948 and Round Table Conference become a turning point of Hatta political. Then, Aidit raise up the way of communism become a road to reach Indonesia socialism, until finally smashed G30 September. Socio-historical background both of them involvement in different nationalist political upheavel, produce different struggle in strategy to reach Indonesian Socialism.

Kata Kunci : Mohammad Hatta, DN Aidit, Sosialisme Demokrat, Komunisme, Revolusi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.