PEMBUATAN DAN UJI PERFORMA MESIN PENGERING HASIL PERTANIAN
HERNOWO DWI NUGROHO, Ir. F. Eko Wismo W., M.Sc., Ph.D.
2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK MESIN SVIndonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Seiring berkembangnya arus globalisasi dan cuaca yang berubah saat ini banyak pihak yang memanfaatkan matahari sebagai sumber pencaharian kebingungan akibat hujan yang tak menentu sepanjang tahun. Mesin pengering hasil pertanian dibuat untuk membantu masyarakat di desa Banjaroyo, Kabupaten Kulon Progo yang mayoritas bermatapencaharian di sektor perkebunan. Cara kerja mesin pengering ini yaitu mengalirkan udara panas yang dihasilkan oleh kompor gas yang dihembuskan oleh dua buah blower. Distribusi panas melewati tujuh susun loyang yang ada didalam mesin. Dari hasil pengujian menunjukan pada pengujian jagung, penurunan berat pada jagung adalah 22,72 % dan kelajuan penurunan berat 0,833 gram/menit. Pada pengujian kacang, penurunan berat pada kacang adalah 6,25 % dan kelajuan penurunan berat 0,166 gram/menit. Pada pengujian pada gabah, terjadi kelajuan penurunan pada gabah sebesar 1,5 gram/menit
Indonesia has two seasons only, the rainy and dry season. Global warming and weather changes nowadays therefore many people who used sunshine in their activity confuse due to the occurance of unpredictable rain. Agricultural dyrers machine was made to help people around Banjaroyo, Kulon Progo with the majority of livelihoods in the plantation sector. The machine operated principal is flowing heat from the burning of stove circulated by two blowers. The heat distribution passes through the seven baking pan inside that set in machine. The results showed that the decrease of weight from corn is 22,72 % and the speed of weight decrease is 0,833 grams/minute. In the beans experiment the decrease of weight is 6,25 % and the rate of weight reduction was 0,166 grams/minute. In the grains experiment there was a decrease of weight 1,5 grams/minute.
Kata Kunci : dryer, stove, blower