Laporkan Masalah

FENOMENA BAHASA PROKEM DI KOMUNITAS BRIGATA CURVA SUD, GAY, KLITIH, DAN WARIA DI YOGYAKARTA DALAM TINJAUAN LANGUAGE GAMES LUDWIG WITTGENSTEIN

CHISA BELINDA HARAHAP, Dr. Rizal Mustansyir, M. Hum

2018 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Penelitian yang berjudul Fenomena Bahasa Prokem di Komunitas Brigata Curva Sud, Gay, Klitih, dan Waria dalam Tinjauan Language Games Ludwig Wittgenstein memberikan gambaran tentang permainan bahasa berupa bahasa prokem yang digunakan oleh penutur di dalam beberapa komunitas di Yogyakarta. Bahasa memberikan peranan yang penting sebagai alat berkomunikasi. Sebuah bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama. Namun, karena bahasa digunakan oleh penutur yang heterogen serta memiliki latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda serta interaksi manusia kemudian membentuk beberapa kosakata dikenal dengan istilah bahasa prokem. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan deskripsi, sejarah dan perkembangan bahasa prokem, menjelaskan kajian filsafat bahasa menurut Wittgenstein secara umum dan secara khusus yakni teori language games (permainan bahasa), menganalisis orientasi pemikiran penggunaan bahasa prokem di komunitas Brigata Curva Sud, komunitas klitih, waria, dan gay, menggali konsep family resemblances, memaparkan rule of the games dari tiap komunitas, serta merefleksikan nilai-nilai yang menyertai di balik penggunaan bahasa prokem. Langkah yang ditempuh dalam penelitian fenomena bahasa prokem di komunitas Brigata Curva Sud, gay, klitih, dan waria Yogyakarta dalam tinjauan language games Wittgenstein adalah dengan cara melakukan wawancara langsung dengan komunitas terkait serta mengeksplorasi kepustakaan dari sumber buku, jurnal, ataupun penelitian lainnya secara online maupun offline. Penelitian ini, bahasa prokem digunakan sebagai objek material dan kajian teori language games sebagai objek formal. Pemahaman tersebut dituangkan dalam bentuk laporan penelitian yang sistematis dengan menggunakan metode hermeneutika dengan unsur metode deskripsi, analisis, interpretasi, dan bahasa analogal. Hasil yang dicapai penelitian ini, yaitu: (1) Bahasa prokem/slang merupakan contoh dari sebuah permainan bahasa yang terjadi di setiap generasi dan digunakan sebagai bahasa rahasia di dalam komunitas tertentu, seperti komunitas Brigata Curva Sud, gay, waria, dan klitih. Di dalam kajian filsafat bahasa, Wittgenstein menyebutnya sebagai konsep language games. (2) Bahasa prokem di kalangan gay dan waria Yogyakarta memiliki beberapa kosakata yang sama namun berbeda makna, yang disebut Wittgenstein sebagai family resemblances, namun konsep itu tidak ditemukan di antara Brigata Curva Sud dengan kelompok klitih. (3) Terdapat rule of the games pada masing-masing komunitas untuk berkomunikasi menggunakan istilah prokemnya secara kontekstual seperti yang sudah terjadi di generasi sebelumnya.

The research, entitled The Prokem Language Phenomenon in the Community of Brigata Curva Sud, Gay, Klitih, and Transvestites in Yogyakarta in Ludwig Wittgenstein Language Games gives an overview of the language games of the prokem language used by speakers in several communities in Yogyakarta. Language provides an important role as a means of communication. A language has the same rules or patterns. However, because the language used by speakers who are heterogeneous and have different social backgrounds and habits as well as human interaction then form some vocabulary known as the language of the prokem. The research was conducted to provide a description, history and development of the language of the prokem, explaining the content of Wittgenstein's language philosophy in general and in particular, game language theory, the use of prokem language in the community of Brigata Curva Sud, klitih, transvestites, and gay, explore the concept of family resemblances, describes the rule of games of each communities, and reflects the accompanying values behind the use of the prokem language. The steps taken in researching the phenomenon of the language of the prokem among community of Brigata Curva Sud, gay, klitih, and transvestites Yogyakarta in Wittgenstein's language games review is by conducting direct interviews with related communities as well as exploring the literature from sources of books, journals, or other researches online and offline. This research, the language of prokem is used as a material object and study of language games theory as a formal object. The understanding is poured in the form of a systematic research report using hermeneutic methods with elements of description method, analysis, interpretation, and analogous language The results of this research are: (1) Prokem / slang language is an example of a language games that occurs in each generation and is used as a secret language within a particular community, such as community of Brigata Curva Sud, gay, transvestites, and klitih. In the study of language philosophy, Wittgenstein called it the concept of language games. (2) The prokem language among gay and transvestites Yogyakarta has some similar but different meaning vocabulary, which Wittgenstein calls family resemblances, but the concept is not found between Brigata Curva Sud and klitih community. (3) There is a rule of the game in each community to communicate using the contextual term of prokem as it has happened in the previous generation.

Kata Kunci : Bahasa prokem, language games, komunitas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.