KOMPOSISI JENIS KOMUNITAS TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN ALAM DAN TANAMAN TAMAN HUTAN RAYA K.G.P.A.A. MANGKUNAGORO I, KABUPATEN KARANGANYAR
NADIA FITHRI SUNARYO, Prof. Dr. Ir. Erny Poedjirahajoe, M.P.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANTaman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I sebagai kawasan pelestarian alam yang terdiri atas hutan alam dan tanaman di dalamnya terdapat beraneka ragam jenis tumbuhan bawah. Tumbuhan bawah merupakan komunitas tumbuhan yang memiliki peran penting bagi ekosistem hutan (melindungi tanah dan menyediakan sumber energi bagi hewan dan manusia). Akan tetapi, di sisi lain, tumbuhan bawah memiliki sifat invasif yang dapat memberi dampak negatif pada ekosistem dan spesies lokal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis komunitas tumbuhan bawah di hutan alam dan tanaman Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-28 Oktober 2016 di hutan alam dan tanaman Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar. Pengambilan data dilakukan dengan analisis vegetasi menggunakan teknik line intercept dengan cara membentangkan garis transek (20 meter) pada titik ukur (46 titik). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan indeks nilai penting (INP) dan indeks similaritas (IS). Komposisi jenis komunitas tumbuhan bawah di hutan alam Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar terdiri atas 26 jenis, 19 famili, sedangkan di hutan tanaman terdiri atas 40 jenis, 26 famili. Di hutan alam, jenis tumbuhan bawah yang memiliki INP paling tinggi adalah Eupatorium riparium Regel (171,50%), sedangkan paling rendah adalah Curculigo latifolia Dryand. ex W. T. Aiton (0,75%). Di hutan tanaman, jenis tumbuhan bawah yang memiliki INP paling tinggi adalah Eupatorium riparium Regel (84,02%), sedangkan paling rendah adalah Pandanus sp. (0,19%). Perbedaan komposisi jenis komunitas tumbuhan bawah di hutan alam dan tanaman Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar tinggi (Cs = 0,30).
K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park, Karanganyar as a conservation area, which consists of natural and plantation forests has a various types of understory. Understory is a plant community that has an important role in forest ecosystems (protect soil and supply energy to animals and humans). On the other hand, understory has invasive property that generating a negative impact on the local ecosystem and species. This research aims to investigate species composition of understory community in natural and plantation forests of K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park, Karanganyar. This research was conducted in October 17-28, 2018 in natural and plantation forests of K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park, Karanganyar. The data were taken using analysis vegetation: line intercept technique by laid out a line transect (20 metres) on a series of points (46 points). The data were analyzed using Important Value Index (IVI) and Similarity Index (SI). 26 species (19 family) of understory were found in natural forest and 40 species (26 family) were found in plantation forest. In natural forest, Eupatorium riparium Regel (171.50%) has got the highest IVI, while Curculigo latifolia Dryand. ex W. T. Aiton (0.75%) has got the lowest. In plantation forest, Eupatorium riparium Regel (84.02%) has got the highest IVI, while Pandanus sp. (0.19%) has got the lowest. Natural and plantation forest of K.G.P.A.A. Mangkunagoro I Grand Forest Park, Karanganyar have a different species composition of understory community (high) (Cs = 0.30).
Kata Kunci : komposisi jenis, tumbuhan bawah, taman hutan raya, species composition, understory, grand forest park