Laporkan Masalah

GAMBARAN PENGALAMAN DAN STRATEGI APOTEKER DALAM MENGHADAPI PASIEN DENGAN LITERASI KESEHATAN YANG RENDAH DI FARMASI KOMUNITAS

DESYNTA HASANAH, Niken Nur Widyakusuma, M.Sc., Apt., ; Dr. Chairun W., M.Kes., M.App.Sc., Apt.,

2018 | Skripsi | S1 FARMASI

Literasi kesehatan merupakan hal yang penting dalam proses komunikasi antara apoteker dan pasien. Pasien dengan literasi kesehatan yang rendah cenderung sulit untuk membuat keputusan terkait kesehatannya sehingga apoteker memegang peran cukup besar dalam menyampaikan informasi mengenai pengobatan yang mudah diterima oleh pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman apoteker dalam mengidentifikasi pasien dengan literasi kesehatan rendah dan strategi apoteker dalam menghadapi pasien tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan metode semi-structured interviews berdasarkan panduan wawancara. Penelitian dilakukan terhadap 9 apoteker terpilih yang berpraktik di apotek dengan pemilihan narasumber secara convenience sampling di Kabupaten Sleman, DIY. Pengambilan data dilakukan bersamaan dengan analisis terhadap hasil wawancara. Analisis data dimulai dengan membuat transkrip kemudian dilakukan reduksi data untuk mendapatkan meaning unit yang kemudian disesuaikan dengan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara apoteker mengidentifikasi pasien dengan literasi kesehatan rendah adalah dengan melihat ketidakmampuan membaca, tidak memahami istilah medis, meminta obat dengan bentuk atau warna obat, kesulitan dalam menginterpretasikan penggunaan obat, membutuhkan waktu lebih lama dalam membuat keputusan, serta ketidakpatuhan pengobatan. Strategi apoteker dalam menghadapi pasien dengan literasi kesehatan yang rendah adalah dengan memberikan materi edukasi ramah pasien, teknik show and tell, kombinasi lisan dan tertulis, menggunakan bahasa sehari-hari, menjelaskan kepada caregivers, tindak lanjut (follow up), serta encourage questions and interaction.

Health literacy was important in the communication process between pharmacists and patients. Patients with low health literacy tend to be difficult to make health-related decisions, so pharmacists play a significant role in conveying information about treatment that was easily accepted by the patient. This study was conducted to determine the experience of pharmacists in identifying patients with low health literacy and pharmacist strategies in dealing with patients with low health literacy. This research was qualitative research with descriptive approach by using semi-structured interviews method based on interview guide. The study was conducted on 9 selected pharmacists who practiced in pharmacies with the selection of interviewees by convenience sampling in the Sleman District, DIY. Data collection was done simultaneously with analysis of interview result. Data analysis began by making transcripts and then done data reduction to get meaning unit that was adjusted to the literature review. The results showed that pharmacist's way to identify patients with low-literacy health was to look at the inability to read, not to understand medical terms, ask by drugs with the shape or color, difficulty in interpreting the use of drugs, take longer to make decisions, not adherent to treatment. The pharmacist's strategies in dealing with patients with low-literacy health were to provide patient-friendly education materials, show and tell techniques, oral and written combination, using everyday language, explaining to caregivers, follow up, and encourage questions and interaction.

Kata Kunci : Literasi Kesehatan, Apoteker, Apotek, Pasien, Pengalaman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.