Laporkan Masalah

Rivalitas Suporter Klub Lokal dalam Komunitas Suporter Klub Skala Global dan Rivalitas Suporter Klub Skala Global dalam Komunitas Suporter Klub Lokal

SYAFAWI A. QADZAFI, Dr. Budiawan

2018 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Komunitas United Army Yogyakarta adalah kelompok suporter klub Manchester United dari Inggris yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Uniknya, di dalam komunitas United Army Yogyakarta, para anggota tidak hanya mendukung klub Manchester United saja, melainkan juga beragam klub-klub lokal yang memiliki rivalitas satu sama lain. Di sisi sebaliknya, komunitas Brigata Curva Sud (BCS) adalah kelompok suporter klub lokal PSS. Di dalam komunitas BCS, para anggota tidak hanya mendukung klub PSS saja, melainkan juga beragam klub-klub skala global yang memiliki rivalitas satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesamaan anggota komunitas suporter klub sepak bola global mampu meleburkan rivalitas antar klub sepak bola lokal dan sebaliknya. Peneliti menggunakan metode etnografi dari Paula Saukko dalam menggambarkan praktik rivalitas antarsuporter klub lokal dalam komunitas United Army Yogyakarta dan rivalitas antarklub skala global dalam BCS. Peneliti menggunakan pendekatan dari Simon Kuper dan Stefan Szymanski, bahwa ada dua kriteria suporter dalam penelitian ini, yakni tipe "Hornbys" untuk suporter yang mencintai klub karena alasan teritori dan suporter tipe "BIRGing" untuk suporter yang mencintai klub karena alasan prestasi. Untuk membaca data peneliti menggunakan teori identitas kolektif dari Henry Tajfel dan John C. Turner, bahwa identitas sosial memberi batasan antara "me" dengan "we". Hal ini menunjukkan bahwa identitas kolektif merupakan identitas kelompok, di mana informan memersepsikan dirinya ke dalam sebuah kelompok dan memiliki persamaan identitas dengan anggota lain kelompok itu serta anggota kelompok yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rivalitas antarsuporter klub lokal dalam komunitas klub skala global United Army Yogyakarta ternyata tidak terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa kesamaan sebagai anggota United Army Yogyakarta mampu meleburkan rivalitas antarsuporter klub lokal. Pada sisi sebaliknya, kesamaan sebagai anggota BCS PSS Sleman, tidak meleburkan rivalitas antarklub skala global. Hal ini menunjukkan bahwa praktik rivalitas antarsuporter klub skala global dalam komunitas BCS masih tetap terjadi.

United Army Yogyakarta is a supporter community of English football club Manchester United located in Yogyakarta. A unique thing of United Army Yogyakarta is, that the members of the community don't only support Manchester United, but also support various local football clubs with rivalry to each other. In contrary, Brigata Curva Sud is a supporter community of Sleman-based football club PSS. The members of BCS don't only support PSS, but also support various global-scaled football club with rivalry to each other. The research is aimed to examine how similarity among members of global-scaled supporter community is able to obscure rivalry between local football clubs and the other way around. The researcher applies ethnography methods of Paula Saukko in describing practice of rivalry among local club supporters under United Army Yogyakarta community and rivalry among global club supporters under BCS community. The researcher approaches the study through Simon Kuper and Stefan Szymanski, that there are two criteria of supporter, which are "Hornbys" for the supporters who fond of the club due to territorial reason and "BIRGing" due to their favor to club's achievements. To examine the data obtained, the researcher uses theory of collective identity from Henry Tajfel and John C. Turner, that social identity gives a boundary between "me" and "we". This suggests that collective identity constitutes group identity where the participants define themselves to a group and share common identity with the other members of the group as well members of different group. The conclusion of the research suggests that rivalry between local club supporters under community of global-scaled club United Army Yogyakarta apparently does not happen. The conclusion indicates that similarity as members of united Army Yogyakarta is able to obscure rivalry between local club supporters. On the other hand, similarity as members of BCS PSS Sleman doesn't obscure rivalry between global-scaled clubs. This suggests that practice of rivalry between global-scaled club supporters under BCS community does still exist.

Kata Kunci : rivalitas, identitas, sepak bola, klub sepak bola skala global, klub sepak bola lokal, suporter, komunitas suporter.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.