Evaluasi Tebal Perkerasan Kaku Jalan Tol Semarang - Solo, Ruas Salatiga - Kartasura
ARYA BAGUS KEVIN R, Ir. Djoko Murwono, M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILJalan Tol Semarang-Solo, Ruas Salatiga-Kartasura merupakan salah satu bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol ini memiliki Panjang 29 km, dan struktur perkerasan yang digunakan adalah perkerasan kaku. Pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk mengurangi waktu tempuh perjalanan. Saat ini jalan tol masih dalam tahap konstruksi dan rencana beroperasi pada akhir tahun 2018. Data yang digunakan dalam perencanaan tebal perkerasan kaku didapatkan dari instansi terkait, yaitu PT Solo Ngawi Jaya selaku owner dari jalan tol ini. Metode yang digunakan dalam evaluasi tebal perkerasan kaku ini adalah metode AASHTO 1993, dan Manual Desain Perkerasan 2017. Berdasarkan hasil perhitungan, tebal perkerasan kaku yang didapatkan berbeda antara kedua metode tersebut. Hasil perhitungan metode AASHTO 1993 setebal 29 cm, sedangkan hasil perhitungan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 sebesar 30,5 cm.
Semarang-Solo Toll Road, Salatiga-Kartasura Segment is a part of Java Toll Road project. This highway length is 29 km. The aim of this toll road construction is reducing travel time. Curently, this highway is still under construction and will be opened in the end of 2018. Data which be used for planning of rigid pavement thickness were gotten from relevant agency, it is PT Solo Ngawi Jaya as the owner of this toll road. Methods which be used for evaluation of rigid pavement thickness are AASHTO 1993 method, and Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Based on calculation, rigid pavement thickness from those methods are different. AASHTO 1993 method slab thickness is 29 cm, and Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 slab thickness is 30,5 cm.
Kata Kunci : perkerasan kaku, AASHTO, manual desain perkerasan jalan