Laporkan Masalah

Analisis Kebijakan Luar Negeri Normatif Uni Eropa: Penandatanganan Association Agreement UE-Ukraina

KRISTIAN OKA P, Drs. Muhadi Sugiono, MA.

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dimensi normatif dari pembuatan tujuan, instrumen, serta dampak dari kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), sebagai aktor kebijakan luar negeri yang sui generis, terhadap Ukraina dalam kerangka Association Agreement (AA). AA menjadi penting sebagai bentuk usaha konvergensi norma-norma UE ke negara ketiga tanpa keanggotaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa UE memiliki kepentingan yang cenderung menyasar possession goal daripada milieu goal sebagai prioritasnya. Usaha penandatanganan AA dilakukan dengan berbagai jalur seperti KTT Eastern Partnership dan KTT UE-Ukraina, misi pengawasan Cox-Kwasniewski, dan pemberian bantuan finansial yang mengizinkan kekuatan normatif untuk bekerja. Manifestasi kekuatan normatif dari kebijakan luar negeri ini ditunjukkan juga dengan pembentukan protes EuroMaidan setelah pembatalan penandatanganan AA. Setelah AA ditandatangani, Ukraina mulai melakukan reformasi politik di bawah pengawasan UE. Institusionalisasi hubungan kedua pihak mengizinkan UE untuk lebih mudah mendorong Ukraina melakukan reformasi domestik. Berdasarkan temuan penelitian, kekuatan normatif bekerja terutama dalam instrumen dan dampak kebijakan UE yang dapat digolongkan sebagai kebijakan status quo dengan dampak intended sesuai kategorisasi yang diusulkan Tocci (2007).

This thesis aims to explain the normative dimensions of European Union's foreign policy goals, instruments, and impacts towards Ukraine under the framework of Association Agreement (AA), considering EU as a foreign policy actor of sui generis nature. The significance of AA lays in the fact that it is a new form of norms convergence between the EU and a third country without membership. The findings show that the EU's goals are mainly possession goals rather than milieu goals. The signing of AA is pursued through various channels such as Eastern Partnership Summit and EU-Ukraine Summit, Cox-Kwasniewski monitoring mission, as well as financial assistance, allowing normative power to be put at play. Normative power also manifests in the emergence of Euromaidan protest after the failure of AA signing. However, after it was signed, domestic reforms in Ukriane took place under EU's guidance. The institutionalization of relations between the two parties allows the EU to push for domestic reforms more easily. Based on the findings, normative power crystallizes mainly in the instruments and impacts of EU's foreign policy, which is categorized as status-quo policy with intended impacts as posited by Tocci (2007).

Kata Kunci : Normative Power, Association Agreement, Conditionality, Foreign Policy Dimensions


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.