Laporkan Masalah

Evaluasi Kualitas Jaring Pantau Geodinamika Kepulauan Sangihe Tahun Pengamatan 2016

SAHIT TUNTAS SADONO, Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc.

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Kabupaten Kepulauan Sangihe berada di atas zona subduksi pertemuan antara dua lempeng. Kondisi ini mengakibatkan Sangihe menjadi zona rawan bencana. Berdasarkan data BMKG (2017) tercatat telah terjadi tiga gempa dengan kekuatan di atas 5 SR. Dalam rangka mitigasi bencana maka salah satu yang bisa dilakukan adalah studi geodinamika dengan data pengamatan GNSS periodik. Di Sangihe telah dilakukan studi geodinamika sejak tahun 2014. Dalam rangka menjaga kehandalan dan akurasi jaring pantau perlu dilakukan evaluasi jaring menggunakan data pengamatan terkini yaitu, tahun 2016. Pengukuran GNSS dilakukan pada tiga titik pengamatan yaitu SGH1, SGH3 dan SGH4 selama 5 doy. Jaring ini berdasarkan jaring Sangihe pada penelitian Swastiko (2016). Jaring Sangihe diikatkan terhadap jaring global yaitu jaring rik2 pada penelitian Nursetiyadi (2015). Data GNSS di cek kualitas mengunakan TEQC. Data GNSS tiap doy diolah menggunakan GAMIT/GLOBK sehingga menghasilkan baseline dan nilai koordinat. Data hasil olahan GAMIT/GLOBK dihitung menggunakan Matlab sehingga diperoleh nilai kehandalan, akurasi dan elips kesalahan. Nilai kehandalan, akurasi dan elips kesalahan dievaluasi dengan nilai kritis dan terhadap data tahun 2015. Nilai kehandalan Jaring Sangihe pada penelitian ini memiliki nilai kehandalan dalam maksimum sebesar 0,2947 dan nilai kehandalan luar maksimum sebesar 4,884. Jaring Sangihe memiliki nilai akurasi ditinjau dari A-optimality adalah 1,61 x10-5, D-optimality adalah 5,3 x 10-54, E-optimality adalah 4,2 x 10-6, S-optimality 4,45 x 10-6, I-optimality 9,45x10-1. Nilai akurasi yang minimum menunjukan jaring bersifat homogen dan isotropik. Nilai elips kesalahan pada penelitian ini berkisar antara 2,38 sampai 4,45 mm untuk sumbu a dan berkisar antara 1,83 sampai 3,39 mm untuk sumbu b. Nilai ini kurang dari nilai elips kesalahan pada tahun 2015 sehingga data ukuran lebih teliti. Nilai kehandalan dan akurasi pada penelitian ini lebih kecil dari nilai kritis yang telah ditentukan masing-masing. Berdasarkan nilai kehandalan, akurasi dan elips kesalahan, jaring Sangihe memiliki nilai yang lebih teliti dengan data pengamatan 2016 untuk studi geodinamika selanjutnya.

Disctric of Sangihe Archipelago Sangihe located above subduction zone which is conflux of two slabs. This condition affect Sangihe become disaster-prone zone. According to BMKG (2017) it was noted that there were 3 earthquakes with magnitude over 5 SR. Geodynamic study using periodic GNSS data can be done as one of many ways to mitigate disaster. Godynamic study has been done since 2015. To maintain reliability and accuracy of monitoring network, network evaluation needs to be done using latest monitoring data which is 2016. GNSS surveying was done at three monitoring stasiun which is SGH1, SGH3 and SGH4 during 5 days. Network used is based on Sangihe network from Swastiko (2016) research. Sangihe network is tied to global network using rik2 network from Nursetiyadi (2015) research. GNSS data quality checked using TEQC. GNSS data each day was processed using GAMIT/GLOBK so it genetared baselines and coordinates. Based on GAMIT/GLOBK solution, solution is calculated using Matlab to generat reliability, accuracy and error ellipse. Reliabilty, accuracy and error ellipse were evaluated to critical value and 2015 data. Reliabilty of Network II in this research has maximum internal reliability value is 0,2947 and maximum external reliability value is 4,884. Network II has accuracy value based on A-optimality is 1,61 x10-5, D-optimality is 5,3 x 10-54. E-optimality is 4,2 x 10-6, S-optimality 4,45 is x 10-6, I-optimality is 9,45x10-1. Accuracy values is minimum shows that network is homogeneous and isotropic. Error ellips in this research is ranged from 2,38 to 4,45 for a axis and ranged from 1,83 to 3,39 for b-axis. This value is less than error ellipse of 2015 so surveying data is more precise. Reliabilty and accuracy value in this research is less then its critical value. Based on reliability, accuracy and error ellipse network II has value more precise with 2016 data for further study geodynamic.

Kata Kunci : geodinamika, jaring, kehandalan, akurasi, ketelitian, Sangihe, GNSS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.