Kajian Penggunaan Sekat Kanal Dalam Pengendalian Muka Air Tanah di Pulau Padang, Kabuaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau
ELDIANSYAH MAHENDRA, Ir. Istiarto, M.Eng., Ph.D
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILLahan gambut merupakan kawasan yang sebagian besar berupa sisa-sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu lama (Keputusan Presiden No. 32 tahun 1990). Lahan gambut memiliki sifat "kering tak balik" atau irreversible drying, sehingga, jika air yang terkandung di dalamnya sudah keluar, lahan gambut akan kehilangan sebagian besar kemampuan daya serap airnya. Hal ini dapat menyebabkan lahan gambut rentan terhadap kebakaran. Sekat kanal merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki dan mencegah lahan gambut dari kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi sekat kanal eksisting, merencanakan pengaturan pintu air, dan melakukan penambahan atau pengurangan sekat kanal agar elevasi muka air tanah berada pada elevasi yang telah ditentukan (40 cm di bawah permukaan tanah). Penelitian dilakukan di area HTI blok Sei Hiyu milik PT RAPP, Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Data yang digunakan pada penelitin ini adalah data primer hasil penyelidikan lapangan dan data sekunder berupa dimensi kanal, citra foto udara dan peta DTM Pulau Padang. Penelitian dilakukan dengan mensimulasikan geometri kanal eksisting dan sekat kanal eksisting dengan software HEC-RAS. Terdapat 3 kondisi simulasi yang digunakan pada penelitian ini, yaitu kondisi awal, kondisi kedua, dan kondisi ketiga. Debit input yang digunakan adalah 1,25 m3/detik, 1 m3/detik, 0,5 m3/detik, 0,25 m3/detik, 0,1 m3/detik, dan 0,05 m3/detik. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa, persentase keberhasilan untuk sekat kanal tanpa pintu atau kondisi pertama dalam menuju muka air tanah < 40 cm dari permukaan tanah adalah sebesar 17 % dengan persentase pengaruh terhadap tidak tergenangnya lahan sebesar 100%. Untuk sekat kanal eksisting berpintu atau kondisi kedua, didapat hasil 92 % keberhasilan sekat kanal dalam menahan air tanah < 40 cm di bawah permukaan tanah dengan persentase pengaruh terhadap tidak tergenangnya lahan sebesar 67%. Untuk kondisi ketiga, persentase keberhasilan dalam menahan air tanah < 40 cm dari permukaan tanah sebesar 100% dengan 86% persentase kawasan tidak tergenang air.
Peatland is formed by mosses and sedges which is buried for a long time (Presidential Decree No. 32, 1990). One of the characteristics of peatland is irreversible drying, so if it drains too much, it will lose the ability to absorption for increasing groundwater. It can cause forest fires for peatland and if it happens, forest fires will be so hard to put it out. Canal blocking is one of the solutions to restoring degraded peatland and prevent it from damage. This research intends to review and evaluate using of canal blocking, plan water management by water gate, and add or reduce canal blocking that groundwater level occurs to 40 cm below ground level. This research was located in forest planting industry, Sei Hiyu block, Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau which is managed by PT RAPP. This research used two kinds of data (primary data and secondary data). Primary data was the result of a survey by writer there, and secondary data were canals dimension, areal imagery, and digital terrain model (DTM). This research was performed by doing simulation existing condition with canal blocking by HEC-RAS software. There were 3 conditions of simulation whose is used in this research, those are first condition, second condition, and third condition. In these simulation were used inflow 1.25 m3/s, 1 m3/s, 0.5 m3/s, 0.25 m3/s, 0.1 m3/s, and 0.05 m3/s. The results of this research show that percentage of success on making groundwater surface < 40 cm than ground level for canal blocking without water gate (first condition) is 17%, following by 100% for making land around not inundated. The percentage of success on making groundwater surface < 40 cm than ground level for canal blocking with water gate (second condition) is 92% and 67% for making land around not inundated. And the third condition, where there are 2 additions of canal blocking, the percentage of success on making groundwater surface < 40 cm than ground level is 100% and 86% for making land around not inundated.
Kata Kunci : gambut, sekat kanal, simulasi, air tanah