ANALISIS SPATIAL MULTI CRITERIA EVALUATION (SMCE) UNTUK PEMODELAN POTENSI KERAWANAN LONGSOR DI DAS KAYANGAN, KULON PROGO
LINDA CLAUDIA, Muhammad Kamal, M.GIS., Ph.D
2018 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHDAS Kayangan merupakan salah satu DAS yang terletak di Kabupaten Kulon Progo. Daerah tersebut didominasi oleh perbukitan dengan aspek fisik yang beragam. Hal tersebut menyebabkan daerah ini rawan terjadi longsor. Pemetaan kerawanan longsor telah banyak dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya spatial multi criteria evaluation (SMCE). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui parameter apa saja yang paling berpengaruh terhadap longsor dan menentukan bobot dari parameter tersebut, (2) memetakan kerawanan longsor dengan menggunakan metode SMCE, (3) mengetahui hasil akurasi pemetaan daerah rawan longsor menggunakan SMCE. SMCE merupakan metode yang mengubah dan menggabungkan data geografis dan penilaian nilai untuk mendapatkan informasi dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut menyebabkan SMCE digunakan dalam pemetaan kerawanan longsor. Pemetaan kerawanan longsor dilakukan dengan menggunakan parameter yang berpengaruh terhadap bencana tersebut. Masing-masing parameter mempunyai nilai bobot atau pengaruh yang berbeda terhadap bencana longsor. Parameter tersebut diolah dengan menggunakan metode SMCE untuk menghasilkan nilai kerawanan longsor. Penentuan tingkat kerawanan longsor dilakukan dengan berdasarkan pengamatan lapangan dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mengontrol terjadinya tanah longsor di DAS Kayangan terdiri dari kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, formasi batuan, jarak ke jalan, arah hadap lereng, ketinggian, jarak ke sungai dan penggunaan lahan. Longsor yang terjadi di DAS Kayangan banyak ditemukan pada bagian hulu pada Desa Tanjung harjo, Desa Banjar arum, sebagian Desa Banyu roto, dan sebagian Desa Dono mulyo. Bagian hulu DAS Kayangan pada daerah tersebut didominasi oleh tingkat kerawanan sedang hingga sangat tinggi, sedangkan bagian hilir DAS Kayangan mempunyai tingkat kerawanan longsor yang rendah. Akibatnya, kejadian tanah longsor tidak ditemukan pada bagian hilir. Tingkat akurasi metode SMCE dalam memetakan kerawanan longsor di DAS Kayangan sebesar 98%.
Kayangan catchment is one of the watershed in Kulon Progo Regency. The area is dominated by hills with various physical aspects. This causes the area is prone to landslides. Mapping landslide vulnerability has been done with various methods, one of them is spatial multi criteria evaluation (SMCE). The purposes of this studys are (1) to know which parameters are most influential on landslide and determine the weight of these parameters, (2) map the landslide vulnerability using the SMCE method, (3) to know the accuracy of mapping of landslide prone areas using SMCE. SMCE is a method that converts and aggregates geographic data and value judgments to gain information in decision making. This causes SMCE to be used in landslide vulnerability mapping. Mapping of landslide vulnerability is done by using parameters that affect the disaster. Each parameter has a different weight or influence on landslide. The parameters are processed by using SMCE method to produce the value of landslide vulnerability. Determination of landslide vulnerability is done based on field observation and interview. The results of this study show that the factors that control the landslide in the Kayangan catchment consist of slope, rainfall, soil texture, rock formation, distance to road, slope direction, altitude, distance to river and land use. Landslides that occur in the Kayangan catchment are found in the upstream part of Tanjung harjo village, Banjar arum village, part of Banyu roto village, and part of Dono mulyo village. Upper part of Kayangan Watershed is dominated by medium to very high vulnerability, while the downstream of Kayangan River has low landslide vulnerability. As a result, the incidence of landslides is not found on the downstream. SMCE method accuracy rate in mapping landslide vulnerability in the Kayangan catchment of 98%.
Kata Kunci : longsor, spatial multi criteria evaluation, faktor tanah longsor/landslide, spatial multi criteria evaluation, landslide factor