DESAIN RUANG MUSEUM ULLEN SENTALU DALAM PERSPEKTIF TRIADIK RUANG SOSIAL HENRI LEFEBVRE
ARWIN PURNAMA JATI, Dr. Budiawan
2017 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPersoalan ruang dalam kerangka perspektif Henri Lefebvre bermanisfestasi ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Museum Ullen Sentalu (MUS) di Yogyakarta sebagai objek kajian memiliki desain yang kompleks dan menarik. Ruang-ruang MUS digunakan sebagaimana fungsinya sebagai ruang koleksi artefak. Dari kacamata museologi, MUS dianggap membawa konsep baru melalui penerapan sistematika kunjungan. Sistem kunjungan tersebut menggunakan jasa pemandu wisata yang disebut "educator tour". Desain ruang dan arsitektur hibrida menjadi unsur pendukung penting dalam mekanisme kunjungan ini karena ruang digunakan sebagai narasi oleh pemandu wisata dalam menelusuri museum. Ruang-ruang MUS dirancang untuk mengatur pola kunjungan dalam durasi waktu tertentu, sebagaimana diatur oleh pengelola. Observasi dilakukan secara langsung untuk melihat bagaimana pola kunjungan dalam ruang, dan untuk memahami interaksi pengunjung dengan ruang. Hal ini ditujukan untuk memahami bagaimana relasi antara pengunjung dengan ruang dan pemaknaan atas ruang melalui perspektif pengunjung. Ruang, dilihat dari dimensi ukuran, bentuk, dan lokasi yang beragam akan memunculkan wacana ruang yang beragam pula. Ruang sosial dalam perspektif triadik Lefebvre dimanifestasikan dalam praktik spasial/keruangan (perceived space), konsep-konsep ruang dalam representasi ruang (conceived space), dan ruang yang dipersepsikan secara ideologis sebagai ruang representasional (lived space). Perspektif triadik ruang sosial, dalam pembacaan ruang MUS terutama menjelaskan relasi-relasi ruang dan pengunjung, yaitu, bagaimana ruang diproduksi dan direproduksi melalui konsep-konsep arsitektural, terbentuk melalui persepsi ideologis pengunjungnya, dan sekaligus kemampuan ruang mengontrol perilaku pengunjungnya. Hasil akhir penelitian ditinjau perspektif triadik Henri Lefebvre diantaranya adalah: desain ruang MUS mengontrol ruang gerak pengunjung dalam praktik spasial, desain ruang membatasi wawasan (ideologis) dalam kerangka subjektivitas, dan intervensi waktu mempengaruhi subjek dalam perilaku keruangan. Relasi-relasi ini tidak dapat dibaca terpisah, karena relasi ketiga aspek triadik saling terkait, untuk menjelaskan sebuah fenomena keruangan. Relasi antara ruang, pemandu wisata, dan pengunjung museum turut membentuk terciptanya ruang sosial.
Space in the perspective of Henri Lefebvre had been manifested in various aspects of society. Museum Ullen Sentalu (MUS) in Yogyakarta as the object's research has a complex and interesting design. Spaces of MUS are used as it has function as a space for artifact's collections. From museology perspective, MUS is considered to bring in a new concept through implementation of visit system. The system is using tour guide service as "educator tour". Spaces design and hybrid architecture style become important supporting elements of the visit mechanism regarding to the use of space as narration by the tour guide when visiting spaces in the museum. MUS's space is designed to control tour pattern in range of specific time duration as it has been organized by the owner/management. The observation is held during visit tour chronology in MUS to observe how the visit pattern in spaces, and to analyze interaction between visitors and spaces. It supposed to have understanding about how relation between visitors and spaces, and to discover meaning of spaces from visitor's perspectives. Spaces, as it is observed from its various dimension, form, and location would rise up the various discourse of spaces as well. Social space in the triad perspective of Lefebvre is manifested in to spatial practice (perceived space), space concepts in representations of space (conceived space), and space which is ideologically perceived as representational space (lived space). Triad perspective of social space, in the reading of MUS spaces especially describes the relations between spaces and visitors, in which how a space is produced and reproduced through architectural concepts, formed through ideological perception of its visitors, and how space affords to control visitor's behavior. The final results are examined from the triad perspectives of Henri Lefebvre, which are: spaces design of MUS controls visitor's movement as in spatial practice reading, spaces design limits knowledge (ideological) in range of subjectivity, and intervention of time affecting subjects in spatial behavior. The relations cannot be read separately, regarding to the spatial triad aspects that is related to each other, to define a spatial phenomenon. Relation between spaces, tour guide, and museum's visitors is simultaneously creating social space.
Kata Kunci : ruang, museum, triadik keruangan, Henri Lefebvre, produksi ruang