Sastra Diaspora Amerika: Studi Poskolonial Terhadap Karya Sastra Penulis Perempuan
WAHJU KUSUMAJANTI, Prof.Dr.Ida Rochani Adi, S.U.; Drs. Muh. Arif Rokhman, M.Hum., Ph.D
2017 | Disertasi | S3 Pengkajian AmerikaAmerika Serikat adalah salah satu tujuan bagi para imigran yang meninggalkan negara mereka karena berbagai sebab. Amerika Serikat telah menjadi tanah harapan bagi mereka karena dalam pandangan mereka banyak diaspora yang meraih sukses di Amerika Serikat. Tetapi apa yang mereka impikan tidaklah seindah kenyataan. Mereka tidak bisa dengan mudah meraih impiannya tanpa bekerja keras dan beradaptasi dengan baik di Amerika. Banyak persoalan mereka temui di tanah baru ini, diantaranya adalah menentukan identitas diri. Penelitian ini merupakan upaya untuk menemukan bagaimana penulis perempuan diaspora Amerika mengkonstruksi identitas di perantauan. Penulis yang dipilih adalah Toni Morrison, Maxine Hong Kingston, Jhumpa Lahiri, dan Isabel Allende. Para penulis tersebut, seperti juga para imigran lainnya mengalami banyak persoalan di dunia baru di mana kini mereka berada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana para penulis perempuan Amerika keturunan Afrika, India, Cina, dan Hispanik membangun identitas diri dengan berbagai penolakan, diskriminasi, dan tantangan dari penduduk setempat yaitu masyarakat Kulit Putih, isu-isu yang mereka angkat dalam karya sastra mereka serta mengapa mereka membentuk identitasnya dengan cara tersebut. Data-data yang dikumpulkan secara induktif dari keempat novel yang dipilih kemudian diklasifikasikan dan dikelompokkan untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan poskolonial dan dibingkai dengan teori representasi dan identitas dalam konteks Pengkajian Amerika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun identitas para penulis perempuan diaspora tersebut menggunakan penguatan akar etnis yaitu dengan mengangkat isu spiritualitas dalam karya-karyanya, kemudian penguatan relasi sosial dalam masyarakat individual, serta mereposisi status perempuan diaspora untuk memperoleh kesetaraan. Dalam proses membangun identitasnya para penulis mendeskripsikan bagaimana para tokoh mengalami resistensi atau perlawanan dalam menghadapi budaya di dunia baru. Resistensi ini menimbulkan masalah bagi para tokoh tersebut yang pada akhirnya membuat mereka sendiri menderita. Dengan penderitaan itu lambat laun para tokoh tersebut mengalami kesadaran untuk berubah. Mereka mulai dapat bernegosiasi dengan menerima budaya dunia baru dan tetap mempertahankan budaya lama. Dengan negosiasi tersebut mereka dapat menjalani hidup yang lebih baik di dunia baru.
The United States is one of the destinations for immigrants who fled their country due to various reasons. It has become a land of hope for them because in their mind many diaspora are successful in the United States. But what they are experiencing is not as their beautiful dream. They can not easily achieve their dreams without having to work hard and adapt well in the United States. They encounter many problems in this new land, such as determining the identity. This study is an attempt to discover how American women writers construct identity in the diaspora overseas. The author selected is Toni Morrison, Maxine Hong Kingston, Jhumpa Lahiri, and Isabel Allende. The authors, as well as other immigrants experienced a lot of problems in the new world where they are now. This study uses qualitative research methods to explore how women writers; African American, Chinese American, Indian American, and Hispanic Americans construct their identity with a variety of denial, discrimination, and the challenges of the local people, the Americans, the issues they raise in their literary works and why they construct their identity in this way. The data collected inductively from the four novels then subsequently classified and categorized and then analyzed using postcolonial approach and framed with the theory of representation and identity in the context of American Studies. The results of the study show that in establishing their identity, those women writers of the diaspora use the strengthening of ethnic roots to raise the issue of spirituality in their works, and strengthening social relations within individual societies, as well as repositioning the status of women diaspora to gain equality. In the process of constructing their identity, the authors describe how the characters develop resistance in encountering the culture of the new world. This resistance causes a problem for these characters that in turn make them suffer. This suffering gradually bring the characters awareness to change. They began to negotiate their identity with the new world cultures, and retaining old culture. This negotiation can lead them a better life in the new world.
Kata Kunci : migrasi, diaspora, dunia lama, dunia baru,budaya asal, budaya baru, resistensi, negosiasi /migration, diaspora, old world, new world, the culture of origin, a new culture, resistance, negotiation