Laporkan Masalah

TOKSISITAS KANDIDAT VAKSIN INFLUENZA (INF) TERHADAP PARAMETER HEMATOLOGI KELINCI GALUR NEW ZEALAND

DWI ARDHIANI ICHSANING SETYA, Ika Puspita Sari, M. Si., PhD., Apt.; Dr. Arief Nurrochmad, M. Si., M. Sc., Apt.

2018 | Skripsi | S1 FARMASI

Influenza merupakan infeksi menular yang disebabkan virus dan dapat menjangkit ke manusia tanpa ada batasan usia. Pencegahan paling efektif adalah vaksinasi yang dilakukan sekali setiap tahunnya. Untuk melihat toksisitas kandidat vaksin, dilakukan pengujian non klinik (uji toksikologi) untuk melihat keamanan kandidat vaksin. Metode yang digunakan adalah melalui studi non klinik berdasarkan WHO TRS 927 Annex I tahun 2005. Hewan coba yang digunakan dalam uji ini adalah kelinci jantan dan betina galur New Zealand yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok kandidat vaksin (A) dan kelompok kontrol (B). Perlakuan diberikan pada hari ke-1, 15, dan 29 dan diamati selama lima puluh hari. Dilakukan variasi pemberian kandidat vaksin yaitu pemberian satu kali, dua kali, dan tiga kali. Dosis pemejanan adalah 15 µg/mL. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan sampel darah kelinci yang dilakukan pada hari ke-0, 4, 14, 18, 32, dan 50. Dari sampel darah tersebut, dilihat signifikansi leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, dan platelet. Uji statistik dilakukan dengan software SPSS versi 23. Nilai berbeda bermakna jika p<0.05. Parameter hematologi yang diukur adalah leukosit, eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, dan platelet. Secara keseluruhan, pemberian kandidat vaksin menyebabkan penurunan pada leukosit, peningkatan pada hemoglobin dan hematokrit, serta peningkatan dan penurunan pada eritrosit, MCV, MCH, MCHC, dan platelet. Setelah melalui pengujian statistika, penelitian ini dapat membuktikan bahwa kandidat vaksin influenza tidak menyebabkan efek toksik pada parameter hematologi.

Influenza is a contagious infection caused by a virus and can infect humans without any age limit. The most effective prevention is vaccination performed once every year. To examine the toxicity of vaccine candidates, a non-clinical (toxicology test) was conducted to look at the safety of vaccine candidates. The method used was non-clinical study based on WHO TRS 927 Annex I 2005. The experimental animals used in this test were male and female New Zealand rabbits divided into two treatment groups, the vaccine candidate group (A) and the control group ( B). Treatments were given on days 1, 15, and 29 and were observed for fifty days. Variations of vaccine candidates were administered once, twice, and three times. The filling dose is 15 µg / mL. Observations were made by taking rabbit blood samples performed on days 0, 4, 14, 18, 32, and 50. From these blood samples, the significance of leukocyte, erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC, and platelet were seen. The statistical test was done with SPSS version 23 software with significancy level 0,05. The hematologic parameters measured were leukocytes, erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, MCV, MCH, MCHC, and platelet. Overall, the administration of vaccine candidates causes a decrease in leukocytes, an increase in hemoglobin and hematocrit, as well as increases and decreases in erythrocytes, MCV, MCH, MCHC, and platelets. After going through statistical testing, this study may prove that influenza vaccine candidates do not cause toxic effects on hematologic parameters.

Kata Kunci : vaksin, influenza, non-klinik, kelinci, hematologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.