Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDAR UDARA DEWADARU KARIMUNJAWA

MURIDAN, Dr. Eng. Iman Haryanto, S.T., M.T.

2018 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Permasalahan pada Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa yaitu runway strip tidak memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan penerbangan (pesawat terbang kritis ATR 42-500), tidak tersedianya pesawat terbang ATR 42-500 di Pulau Jawa untuk penerbangan komersial, dan pesawat dengan kapasitas dibawah ATR 42-500 untuk penerbangan komersial biaya per pax menjadi mahal. Optimalisasi bandara bertujuan memenuhi syarat keamanan dan keselamatan penerbangan sedangkan pengembangan kapasitas fasilitas sisi udara diperlukan karena UPBU Dewadaru Karimunjawa merekomendasikan bandara didesain dengan pesawat terbang kritis ATR 72-600 yang populasinya tersedia di Pulau Jawa. Proyeksi potensi lalu lintas menggunakan data penumpang eksisting Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa, jumlah wisatawan dan jumlah penduduk Kecamatan Karimunjawa. Proses pengembangan fasilitas sisi udara Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa yang memiliki kondisi eksisting dengan dimensi runway 1.200 m x 30 m, taxiway 65 m x 15 m, dan apron 50 m x 91 m direncanakan dalam 2 tahap, yaitu Tahap I (2018-2022) untuk optimalisasi bandara dan Tahap II (2023-2037) untuk tahap pengembangan kapasitas. Analisis proyeksi kebutuhan kapasitas fasilitas sisi udara menggunakan metode ICAO, FAA, JICA dan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI. Proyeksi jumlah penumpang pada tahun 2022 dan 2037 adalah 62.219 pax dan 171.199 pax. Proyeksi jumlah pesawat terbang pada jam puncak pada tahun 2022 dan 2037 adalah 4 pesawat terbang ATR 42-500 dan 6 pesawat terbang ATR 72-600. Pada Tahap I, dimensi yang dibutuhkan adalah runway 1.350 m x 30 m, taxiway 65 m x 15 m, dan apron 60 m x 91 m. Pada Tahap II, kapasitas yang dibutuhkan adalah dimensi runway 1.550 m x 30 m, taxiway 85 m x 15 m, dan apron 70 m x 115 m.

The problem at Dewadaru Karimunjawa Airport are that the runway strip does not meet the requirements of security and flight safety (critical aircraft ATR 42-500), unavailability of ATR 42-500 aircraft in Java for commercial flights, and aircraft with capacity below ATR 42-500 for commercial flights per cost pax becomes expensive. Airport optimization aims to meet the requirements of aviation security and safety while development for air side facilities is required because UPBU Dewadaru Karimunjawa recommend that airports be designed with critical ATR 72-600 aircraft whose populations are available on the island of Java. Projection of traffic potential using data from existing passanger data of Airport Dewadaru Karimunjawa, tourists number and residents number of Karimunjawa District. The development of Dewadaru Karimunjawa airport side facilities which condition existing with dimensions are runway 1.200 m x 30 m, taxiway 65 m x 15 m, and apron 50 m x 91 m is planned in 2 phases, Phase I (2018-2022) for airport optimization and Phase II (2023-2037) for the capacity building phase. The projection analysis of the capacity needs of air side facilities using ICAO, FAA, JICA and the Director General of Civil Aviation, Ministry of Transportation. The projection number of annual passengers in 2022 and 2037 are 62.219 pax and 171.199 pax. The projection number of aircraft during peak hours in 2022 and 2037 are 4 ATR 42-500 and 6 ATR 72-600. In Phase I, dimension needs are runway 1.350 m x 30 m, taxiway 65 m x 15 m, and apron 60 m x 91 m. In Phase II, dimension needs are runway 1.550 m x 30 m, taxiway 85 m x 15 m, and apron 70 m x 115 m.

Kata Kunci : bandar udara, fasilitas sisi udara, ICAO, JICA, FAA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.