POTENSI EKSTRAK DAUN, BATANG, DAN BUNGA WIDURI (Calotropis gigantea (L.) W. T. AITON) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti L.
SYINDI ARISKA F P, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 BIOLOGIDemam Berdarah Dengue dapat dicegah dengan menghambat perkembangan Aedes aegypti. Cara yang diduga efektif dan tidak menimbulkan resistensi pada Ae. aegypti adalah menggunakan insektisida alami yang berasal dari tumbuhan, salah satunya Calotropis gigantea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dan potensi ekstrak etanol dan akuades daun, batang, dan bunga C. gigantea sebagai larvasida Ae. aegypti. Ekstraksi tanaman dengan pelarut etanol dan akuades menggunakan metode maserasi. Kandungan metabolit sekunder dievaluasi menggunakan kromatografi lapis tipis. Uji larvasida dilakukan dalam dua tahap, yakni uji awal untuk menentukan konsentrasi dan uji akhir. Uji awal menggunakan tiga variasi konsentrasi, yakni 100, 1.000, dan 10.000 ppm. Hasil uji awal digunakan untuk menentukan konsentrasi uji akhir, yakni 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Kontrol yang digunakan berupa kontrol negatif (akuades dan 1% ethanol) dan kontrol positif (100 ppm abate). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan akuades mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid, kecuali ekstrak etanol dan akuades daun tidak mengandung alkaloid sedangkan ekstrak akuades batang tidak mengandung alkaloid dan flavonoid. Bioassay larvasida menunjukkan organ batang memiliki nilai LC50 dan LC90 terendah, baik untuk ekstrak etanol maupun akuades. Ekstrak etanol batang memiliki nilai LC50 dan LC90 berturut-turut sebesar 1.655,43 ppm dan 3.661,06 ppm sedangkan untuk ekstrak akuades batang memiliki nilai LC50 dan LC90 berturut-turut sebesar 2.490,83 ppm dan 4.505,57 ppm. Analisis statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar pelarut dan organ C. gigantea yang digunakan terhadap mortalitas larva namun peningkatan konsentrasi signifikan terhadap mortalitas larva. Ekstrak etanol dan akuades C. gigantea berpotensi sebagai larvasida Ae. aegypti.
Dengue Hemorrhagic Fever could be prevented by inhibiting the development of Aedes aegypti. The purpose of this research was to determine the groups of secondary metabolites and the larvicidal potential of ethanolic and aqueous extracts of Calotropis gigantea leaves, stems, and flowers against Ae. aegypti. The extraction method used in this research was maceration using ethanol and aquadest as solvents. Secondary metabolites content were evaluated using thin layer chromatography. A larvicidal test was carried out on two stages: the preliminary tests to determine the concentrations and the final tests. Preliminary tests were conducted at three concentrations, i.e. 100, 1.000, and 10.000 ppm. Based on this test the final concentrations were 500, 1.000, 5.000, and 10.000 ppm. The negative controls were aquadest and 1% ethanol while the positive control was 100 ppm abate. Results showed that ethanolic and aqueous extracts contained alkaloids, flavonoids, tannins, and terpenoids, except for alkaloids in ethanolic leaf extract, aqueous leaf extract, aqueous stem extract and flavonoid in aqueous stem extract. Larvicidal bioassay showed that the lowest LC50 and LC90 values were those of ethanolic and aqueous stem extracts. LC50 and LC90 values of ethanolic stem extract were 1.655,43 ppm and 3.661,06 ppm while LC50 and LC90 values of aqueous stem extract were 2.490,83 ppm and 4.505,57 ppm. Statistical analysis at 0,05 confidence level showed no significant difference between solvents and C. gigantea organs while the increase of concentration affected larval mortality significantly. Ethanolic and aqueous extracts of C. gigantea has a potency as potential larvicidal activity against Ae. aegypti.
Kata Kunci : Calotropis gigantea, Aedes aegypti, metabolit sekunder, larvasida/ Calotropis gigantea, Aedes aegypti, secondary metabolite, larvicide