PERBANDINGAN PROFIL METABOLIT INTERSPESIES DAN INTERGENUS RIMPANG GENUS Curcuma DAN Zingiber DENGAN 1H-NMR
NOVIA RISA, Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 BIOLOGIPengembangan obat herbal menjadi bagian dari pengobatan formal masih terkendala pada standardisasi. Autentikasi tanaman material herbal merupakan bagian penting dari standardisasi terutama ketika bahan baku telah berupa serbuk atau ekstrak. Sebagai salah satu upaya dalam melakukan autentikasi, maka penelitian ini bertujuan untuk membedakan interspesies, intergenus, dan perbedaan bagian rimpang Curcuma dan Zingiber berdasarkan profil metabolit dengan 1H-NMR. Rimpang yang digunakan adalah Curcuma mangga, Curcuma zedoaria, Zingiber officinale, dan Zingiber cassumunar yang dikoleksi dari Kulon Progo. Rimpang dibedakan menjadi bonggol induk dan anak bonggol. Masing-masing bagian tersebut dikeringkan menjadi simplisia serbuk. Serbuk rimpang diekstraksi dengan ultrasonikasi dalam pelarut metanol-d4 yang mengandung TMSP sebagai standar internal dan supernatannya digunakan untuk uji 1H-NMR. Hasil spektra yang diperoleh diuji dengan analisis multivariat dan semikuantitasi. Spektra 1H-NMR menunjukkan bahwa dari semua spektra sampel dideteksi senyawa kolin, sukrosa, rantai asil, dan rantai nukleotida (ATP/ADP). Selain ditemukan spektra yang sama, ditemukan juga senyawa spesifik pada setiap sampel. Senyawa tersebut adalah senyawa (E)-15,15-dietoksilabda-8(17),12-dien-16-al (C. mangga), zerumbone epoksida (C. zedoaria), [6]-shogaol (Z. officinale), dan D-asetat (Z. cassumunar). Dengan analisis multivariat, dapat diamati pemisahan yang untuk intergenus dan interspesies pada genus Curcuma dan Zingiber. Rimpang bonggol dan anak bonggol menunjukkan pemisahan yang baik dengan OPLS-DA. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan metabolomik 1H-NMR dapat digunakan untuk membedakan rimpang interspesies, intergenus dan perbedaan bagian.
A standardization method is needed for herbal medicine to develop into a formal medicine. As, the ingredients for herbal mixture is available in form of powder or extract which is hard to recognize its purity and origins. The standardization method is useful in detect purity and origins of the ingredients. With metabolomics approach using 1H-NMR, this method can be done. Therefore, in this research aims to standardization these ingredients which in this research it use for differentiate rhizome from different species (interspecies), genus (intergenus) and different part based on metabolite profiling using 1H-NMR. Rhizome used in this research was Curcuma mangga, Curcuma zedoaria, Zingiber officinale and Zingiber cassumunar which was collected at Kulon Progo. Before the sample is sliced into thin pieces, it is differentiated into mother rhizome and finger rhizome. Sample is dried into powder form. The extraction was done using ultrasonicator and methanol-d4 as the solvent which contain TMSP as internal standard. The supernatant from was collected for 1H-NMR analysis. 1H-NMR spectra then was test by using multivariate analysis and semi quantitative. Compound detected on all sample was choline, sucrose, acyl chain, and nucleotide chain (ATP/ADP). Beside that, specific compound which corresponding to each sample also was found. Those compound include (E)-15,15-diethoxylabda-8(17),12-dien-16-al (C. mangga), zerumbone epoxide (C. zedoaria), [6]-shogaol (Z. officinale), dan D-acetate (Z. cassumunar). Seperation for interspecies, intergenus, and different part shown a distinct separation from multivariate analysis. It can be concluded that 1H-NMR metabolomics approach can be used on differentiation interspecies, intergenus and different part of rhizome.
Kata Kunci : Curcuma, Zingiber, 1H-NMR, metabolomik, obat herbal